Search

Dengarkan Berita Ini

Data Tepercaya dan Kebijakan Tepat Kuatkan Kepercayaan


Jakarta, 20 Agustus 2026 – Daya saing sebuah negara berkaitan erat dengan kepercayaan untuk berinvestasi, berdagang, membangun kemitraan jangka panjang. Kepercayaan itu tumbuh ketika keputusan didukung data tepercaya, kebijakan yang tepat, dan kolaborasi yang kuat.


Hal tersebut ditekankan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam CRIF Forum Indonesia 2026 pada Kamis (20/8).  Forum mengusung tema ‘Empowering Growth with Trusted Data’.


“Indonesia memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kuat dan peluang yang signifikan. Namun, ekonomi global terus berubah dengan cepat. Indonesia meresponsnya dengan memperkuat ketahanan, memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta membangun ekosistem perdagangan yang lebih transparan dan berbasis data. Data tepercaya mendukung keputusan dan kebijakan untuk menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelas Wamendag Roro.


Bagi Wamendag Roro, data yang andal membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih baik, mengidentifikasi peluang pasar, memantau hambatan perdagangan, serta mengevaluasi efektivitas perjanjian perdagangan. Bagi pelaku usaha dan investor, data tepercaya mendukung penilaian risiko, intelijen pasar, verifikasi pemasok, dan pengambilan keputusan investasi.


Kementerian Perdagangan terus memperkuat ekosistem perdagangan digital melalui Sistem Informasi Perdagangan (SIP). SIP mengintegrasikan berbagai platform seperti Inatrade, InaExport, e-SKA, SP2KP, Satudata Kemendag, dan Cek Ekspor sehingga memberikan akses yang lebih mudah bagi pelaku usaha dan masyarakat terhadap informasi serta layanan perdagangan.


“Tujuannya sederhana, yaitu informasi, layanan, dan keputusan yang lebih baik. Hal ini sangat penting bagi UMKM. Ketika usaha kecil memiliki akses terhadap informasi yang andal mengenai permintaan pasar, standar, sertifikasi, dan tarif preferensial, mereka memiliki peluang lebih besar untuk menjadi kompetitif secara global,” urai Wamendag Roro.


Wamendag Roro menambahkan, kebijakan perdagangan Indonesia harus tetap adaptif, strategis, dan berbasis data. Data yang diolah Kementerian Perdagangan menunjukkan, ekonomi Indonesia tetap tangguh dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11 persen pada 2025.


Kinerja perdagangan Indonesia juga tetap positif. Pada 2025, Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar USD 41 miliar, dengan nilai ekspor mencapai hampir USD 283 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi ekonomi yang tangguh dan dinamis. Namun, perlu disadari bahwa tekanan eksternal dapat memengaruhi kinerja perdagangan. 


Dalam merespons fragmentasi global, Indonesia berfokus pada tiga prioritas. Pertama, terus melindungi kepentingan perdagangan Indonesia, termasuk dengan mengatasi hambatan perdagangan dan mendukung para eksportir dalam kerangka sistem perdagangan internasional yang berbasis aturan. 

Kedua, memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi tidak hanya dengan mitra tradisional, tetapi juga dengan pasar-pasar baru yang sedang berkembang di Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Eurasia. Ketiga, memperkuat daya saing dalam negeri dengan meningkatkan berbagai aspek, seperti kualitas, logistik, kesiapan digital, sertifikasi, pembiayaan, serta lingkungan bisnis yang mendukung.


“Wajah perdagangan dan investasi global telah berubah. Akses pasar saja tidaklah cukup. Dunia usaha Indonesia harus produktif, inovatif, kompetitif, dan mampu memenuhi standar internasional,” tutur Wamendag Roro.


Indonesia juga secara aktif memperluas akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan. Bukan sekadar soal penurunan tarif, perjanjian tersebut juga menciptakan peluang bagi investasi, integrasi rantai pasok, sektor jasa, perdagangan digital, serta memberikan kepastian yang lebih besar bagi pelaku usaha. Wamendag Roro menekankan, pemerintah dapat membuka pintu, tapi pelaku usaha yang harus melangkah memasukinya. Itulah sebabnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan sektor swasta sangatlah penting.


Forum dihadiri sekitar 300 peserta dari beragam sektor, seperti teknologi, keuangan, akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha serta menyuguhkan sejumlah paparan dan diskusi panel. Tema yang diangkat antara lain ‘Decision Confidence in ‘The Great Tension’ Era’, ‘Indonesia 2027: Risks, Opportunities, and Growth Drivers’, ‘AI & Data-Driven Transformation’, dan ‘Building Resilient Ecosystems Through Visibility and Collaboration’.


Adapun Managing Director CRIF Bimar Antariksa menyampaikan, tema forum terasa sangat relevan dengan situasi terkini. Bagi CRIF, data bernilai riil ketika data mampu membantu manusia membuat keputusan yang lebih baik.


“Setiap hari, kita bisa mengakses beragam data, teknologi, dan analisis. Di tengah perubahan geopolitik, tantangan masa kini bukanlah ‘apakah kita memiliki cukup informasi?’, tapi ‘apakah kita mempercayai data yang kita miliki?’. Data bukan tujuan akhir, melainkan akan ditransformasikan menjadi wawasan (insight), lalu menjadi keyakinan (confidence), lalu menjadi aksi (action),” tandas Bimar.


Perwakilan dari PT Radiant Utama Interinsco Ghina Aufa menyatakan antusiasme dan ekspektasinya mengikuti jalannya forum. Ia berharap mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai perkembangan dunia usaha saat ini, terutama di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik yang terus berubah, serta masifnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dunia bisnis. 


“Setelah mengikuti rangkaian diskusinya, saya melihat bahwa tantangan yang ada juga membuka banyak peluang, khususnya melalui pemanfaatan teknologi, AI, data yang valid (strong data) bagi perusahaan, serta kolaborasi antarpihak. Secara keseluruhan, wawasan dari forum ini cukup relevan untuk diterapkan dalam pekerjaan dan menjadi pengingat untuk terus adaptif terhadap perubahan,” jelas Ghina. 


CRIF adalah perusahaan global di bidang informasi kredit perbankan dan salah satu pemain utama di tingkat global untuk layanan terintegrasi terkait informasi bisnis dan komersial, serta manajemen kredit dan pemasaran. Didirikan di Italia pada 1988, CRIF memiliki jangkauan internasional yang mencakup 37 negara.
--selesai--

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email: pusathumas@kemendag.go.id

Septo Soepriyatno
Kepala Pusat Kebijakan Ekspor Impor dan Pengamanan Perdagangan
Badan Kebijakan Perdagangan
Kementerian Perdagangan
Email: puska.eipp@kemendag.go.id

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers BKPERDAG