Buka SEAFEC 2026, Mendag Busan Tekankan Potensi Manajemen Perdagangan Strategis untuk Perkuat Kepercayaan Mitra Dagang
Jakarta, 16 September 2026 – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, Indonesia dapat memanfaatkan kebijakan Manajemen Perdagangan Strategis (Strategic Trade Management/STM) yang berbasis Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1540 dan didukung Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat kepercayaan mitra dagang terhadap produk-produk lokal. Jika dimanfaatkan dengan baik, STM dapat meningkatkan peluang Indonesia untuk membuka pasar ekspor yang lebih luas. Kementerian Perdagangan memiliki program-program prioritas yang bisa mengambil manfaat dari STM, termasuk untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mendag Busan menyampaikan hal tersebut dalam pidato pembukaan The 5th Annual Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Rabu, (16/9). Turut mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Johni Martha.
“STM dapat mendukung program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. STM berpotensi memperkuat sistem perdagangan domestik sekaligus memastikan barang dan teknologi strategis dikelola dengan baik. Di pasar internasional, STM juga berpeluang meningkatkan kepercayaan mitra dagang dan membuka peluang bagi dunia usaha Indonesia, termasuk UMKM, untuk masuk pasar global,” ujar Mendag Busan.
Terkait pengembangan STM di Indonesia, koordinasi terus dilakukan antarkementerian dan lembaga terkait untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara ketahanan nasional, daya saing dunia usaha, dan budaya kepatuhan yang kuat. Menurut Mendag Busan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, produksi semikonduktor, dan pengolahan mineral kritis perlu diikuti dengan keseimbangan antara akses pasar dan keamanan perdagangan.
Mendag Busan menjelaskan, jika kerangka STM nasional dilanjutkan, penerapannya akan dilakukan secara bertahap. Langkah ini akan memberikan waktu yang cukup bagi dunia usaha dan institusi untuk beradaptasi dan bersiap-siap. “Tujuan kami adalah mengembangkan sistem STM Indonesia yang berbasis risiko, yang memperkuat pengendalian perdagangan strategis tanpa menjadi hambatan bagi perdagangan, industrialisasi, penelitian, inovasi, dan akses terhadap teknologi,” tegas Mendag Busan.
Selain itu, Indonesia terus memperkuat kemitraan internasional untuk membangun fondasi perdagangan yang aman dan bertanggung jawab. Upaya ini ditempuh melalui, antara lain, peningkatan kapasitas serta koordinasi lembaga pemerintah, otoritas perbatasan, dan sektor swasta.
Di tengah pergeseran pusat gravitasi ekonomi global menuju Indo-Pasifik, Mendag Busan menilai Indonesia perlu mempertahankan posisinya sebagai pusat produksi dan investasi regional. Pada saat yang sama, Indonesia tetap berkomitmen terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1540 (UNSCR 1540) serta penguatan kerja sama multilateral untuk mencegah proliferasi senjata pemusnah massal dan sarana pengirimannya.
“Seiring dengan perluasan kerja sama perdagangan kita melalui kerangka Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan berbagai perjanjian perdagangan lainnya, menjaga lingkungan perdagangan yang aman menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Mendag Busan.
SEAFEC ke-5 merupakan forum regional yang sebelumnya diselenggarakan di Malaysia, Filipina, dan Singapura. Forum ini mempertemukan perwakilan dari pemerintah, organisasi internasional, organisasi nonpemerintah, akademisi, dan swasta untuk membahas penerapan pengendalian ekspor secara praktis.
Mendag Busan menekankan pentingnya platform regional seperti SEAFEC untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi dalam memperkuat rantai pasok barang dan teknologi strategis. Forum ini menjadi ruang untuk bertukar praktik terbaik, berbagi pembelajaran, dan memperdalam pemahaman bersama mengenai pendekatan regulasi di seluruh Asia Tenggara. “Dengan bekerja sama, kita memastikan kawasan ini tetap aman, tangguh, dan menjadi pusat pertumbuhan global yang terus berkembang,” pungkas Mendag Busan.
Kuasa Usaha Ad Interim AS untuk ASEAN, Thao Anh Tran, menyampaikan peran penting SEAFEC dalam mendorong kerja sama regional di bidang pengelolaan perdagangan strategis. Menurutnya, kerja sama ini diperlukan untuk memperkuat keamanan teknologi, rantai pasok, dan masyarakat.
“Forum SEAFEC ini memberi kita kesempatan untuk bekerja sama sebagai mitra dengan berbagi praktik terbaik, menyelaraskan sistem kita, dan membangun kerangka kerja pengelolaan perdagangan strategis regional yang menjaga keamanan teknologi, rantai pasok, dan masyarakat kita,” ujar Thao Anh Tran.
--selesai--