Bidik Peluang Besar, Indonesia Terus Perdalam Hubungan Ekonomi Bersama GCC
Jakarta, 29 Juli 2026 – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) kini menjadi salah satu mitra ekonomi strategis bagi Indonesia di Timur Tengah. Menurutnya, hubungan bilateral yang telah terjalin terus menunjukkan tren positif dan ruang pertumbuhan yang luas. Hal ini disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan GCC General Coordinator, Raja Almarzoqi di Jakarta, Rabu (29/7).
“Selain sebagai tujuan ekspor yang penting, GCC kini telah bertransformasi menjadi sumber investasi, kerja sama energi, kolaborasi ketahanan pangan, dan pengembangan industri yang kian signifikan. Kami meyakini, masih terdapat banyak peluang besar untuk memperdalam hubungan ekonomi yang saling menguntungkan ini,” terang Wamendag Roro.
Menurut Wamendag Roro, perekonomian kedua pihak saling melengkapi. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang kuat di sektor manufaktur dan industri berbasis pertanian, sementara GCC memiliki kekuatan yang signifikan di bidang energi, logistik, pembiayaan infrastruktur, dan investasi negara.
Selain itu, bersama GCC, Indonesia melihat peluang yang sangat besar untuk mendiversifikasi komoditas ekspor ke negara-negara anggota GCC. Menurut Wamendag Roro, Indonesia memiliki posisi kuat untuk memperluas ekspor minyak kelapa sawit beserta produk hilirnya, produk dan komponen otomotif, makanan dan minuman olahan, produk perikanan, produk halal, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, produk kertas, produk berbahan dasar karet, farmasi, serta peralatan listrik.
Di sisi lain, Indonesia sangat menyambut baik komoditas impor dari GCC, khususnya minyak mentah, gas alam cair, pupuk, aluminium, plastik, dan bahan baku industri lainnya yang mendukung sektor manufaktur Indonesia. “Untuk itu, hadirnya Indonesia–GCC Free Trade Agreement tidak hanya akan memfasilitasi arus perdagangan yang lebih besar, tetapi juga mendorong kemitraan investasi yang lebih kuat, kerja sama industri, alih teknologi, serta rantai pasok regional yang lebih tangguh,” imbuhnya.
Wamendag Roro menjelaskan, saat ini, sekitar 86,7 persen dari naskah I-GCC FTA telah dirampungkan. Pencapaian tersebut mencerminkan komitmen kuat serta semangat konstruktif kedua tim perunding. “Melalui momentum positif ini, kami sangat berharap kedua belah pihak akan terus bersinergi dengan baik agar dapat mencapai tujuan bersama untuk merampungkan perundingan dalam jangka waktu yang telah disepakati,” ungkapnya.
IGCC FTA diharapkan menjadi instrumen strategis untuk mendorong peningkatan daya saing ekonomi Indonesia. Perjanjian ini diharapkan dapat memperluas akses pasar produk nasional dengan proyeksi pertumbuhan ekspor hingga 17,4 persen, terutama pada sektor peralatan elektronik, kulit, produk logam, manufaktur, dan tekstil. Perjanjian ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekspor jasa perhubungan udara dan jasa bisnis ke Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.
GCC General Coordinator, Raja Almarzoqi menyampaikan, Indonesia memegang peranan kunci bagi transformasi ekonomi kawasan. “GCC memandang Indonesia sebagai mitra strategis bagi transformasi ekonomi negara-negara Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Qatar. Lebih luas, IGCC FTA akan meningkatkan perdagangan dan investasi di kedua belah pihak secara signifikan,” urai Raja.
Wamendag Roro menekankan, Indonesia terus menyambut investasi berkualitas tinggi yang dapat mendorong pengembangan industri, mendukung industri hilir, memfasilitasi alih teknologi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Kami percaya, melalui dialog dan rasa saling pengertian, kita akan mampu meraih kepercayaan investor, sekaligus penyelesaian IGCC FTA secara tepat waktu,” pungkasnya.
--selesai--
Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email:
pusathumas@kemendag.go.id
Basaria Tiara L. Gaol
Direktur Perundingan Bilateral
Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan
Email:
dit.bilateral@kemendag.go.id