Bertemu Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, Wamendag Roro Dorong Pemberdayaan Perempuan di Sektor Perdagangan
Tashkent, 17 Juni 2026 – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menembus pasar global. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral Wamendag Roro dengan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, Zulaykho Mahkamova, yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (16/6).
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro menyoroti peran strategis wirausaha perempuan dalam perekonomian nasional, serta peluang penguatan kerja sama perdagangan bilateral yang lebih inklusif antara Indonesia dan Uzbekistan. "Di Indonesia, perempuan berada di garda terdepan ekosistem kewirausahaan. Sekitar 64,5 persen UKM dimiliki atau dikelola oleh perempuan, khususnya di sektor-sektor seperti kuliner, fesyen, kecantikan, kerajinan tangan, dan industri kreatif. Para perempuan ini merupakan pencipta lapangan kerja, inovator, dan kontributor bagi pembangunan ekonomi," jelas Wamendag Roro.
Lebih lanjut, Wamendag Roro memperkenalkan program UKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor sebagai bentuk inisiatif dan komitmen Kementerian Perdagangan dalam membantu pelaku usaha, termasuk perempuan dan UMKM, memperluas jangkauan ke luar pasar domestik. “Program ini memfasilitasi business matching, promosi ekspor, peningkatan kapasitas, serta inisiatif akses pasar guna membantu pelaku usaha bersaing di pasar global. Dalam lingkup domestik, Kementerian Perdagangan juga mendorong literasi digital agar pelaku usaha dapat memanfaatkan platform niaga elektronik untuk mengembangkan bisnisnya. Kami menantikan eksplorasi kerja sama dengan Uzbekistan dalam upaya-upaya tersebut,” tandas Wamendag Roro.
Indonesia memandang Uzbekistan sebagai mitra strategis dalam memajukan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam kerangka Joint Working Group on Trade and Investment Cooperation, Wamendag Roro mengusulkan kolaborasi yang lebih erat antara pelaku usaha perempuan kedua negara melalui rangkaian seminar, program penjangkauan bisnis (business outreach), hingga identifikasi produk potensial.
Menurut Wamendag Roro, dibutuhkan sinergi untuk mengidentifikasi komoditas unggulan dan potensial di negara masing-masing. Produk ekspor andalan Indonesia seperti teh, cokelat, buah-buahan tropis, modest fashion, produk halal, dan kosmetik dinilai memiliki peluang yang sangat menjanjikan untuk memenuhi pasar Uzbekistan. Sebaliknya, berbagai produk unik dan khas dari Uzbekistan juga diproyeksikan akan mendapat permintaan yang terus tumbuh di pasar domestik Indonesia. Eksplorasi peluang baru ini diharapkan dapat menjadi katalis positif yang melengkapi upaya kedua negara dalam mempercepat penyelesaian perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uzbekistan (Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement) serta memperdalam kerja sama ekonomi bilateral.
Menanggapi hal tersebut, Zulaykho menyatakan kesiapan dan komitmen Uzbekistan untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia dalam meningkatkan peran dan partisipasi perempuan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Dalam upaya ini, penekanan utama diberikan pada pentingnya pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah digitalisasi ini dinilai sangat relevan serta strategis untuk memperluas akses pasar, baik di Indonesia maupun di Uzbekistan.
“Guna mewujudkan visi tersebut, kerja sama ini kami rencanakan akan diimplementasikan melalui program Women Business Accelerator yang berfokus pada peningkatan kapasitas, daya saing, dan akses pasar bagi pelaku usaha perempuan. Selain itu, kami mengusulkan dibentuknya Organization for Exchange of Experiences Program sebagai platform ideal untuk saling bertukar pengalaman, membagikan praktik terbaik, serta memperkuat jejaring antar-organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan pengembangan usaha di kedua negara,” tutur Zulaykho.
Sebagai bagian dari komunitas perdagangan global, Indonesia dan Uzbekistan menegaskan kembali komitmen bersama terhadap prinsip transparansi, inklusivitas, dan pembangunan yang berkelanjutan. “Melalui kolaborasi yang erat ini, kedua negara sepakat untuk memastikan bahwa setiap instrumen perjanjian perdagangan dan kerja sama ekonomi yang disepakati tidak hanya berfokus pada angka pertumbuhan makro, melainkan mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkesinambungan bagi kesejahteraan perempuan, keluarga, serta komunitas masyarakat di kedua negara,” tambah Wamendag Roro.
Wamendag Roro pada kesempatan ini juga mengundang pemerintah dan pelaku usaha Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. "Kami mengundang dengan hangat Pemerintah Uzbekistan dan komunitas bisnis Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026. TEI merupakan platform yang sangat baik untuk menghubungkan wirausaha perempuan dan perusahaan yang dipimpin oleh perempuan dari kedua negara," tutup Wamendag Roro.
–selesai–