Search

Bertemu Importir Produk Indonesia di Karachi, Wamendag Roro Bahas Jalur Pengiriman Produk Indonesia ke Pakistan

  Dengarkan Berita Ini

Karachi, 13 Januari 2026 – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan importir produk Indonesia membahas jalur pengiriman produk Indonesia, terutama minyak sawit ke Pakistan melalui Pelabuhan Qasim (Port Qasim) di Karachi, Pakistan, Jumat (9/1). Pelabuhan tersebut berperan sebagai pelabuhan utama sekaligus simpul impor minyak nabati (edible oil) ke Pakistan, serta menjadi titik strategis dalam rantai pasok minyak sawit.

Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan apresiasi atas peran strategis Pelabuhan Qasim dalam mendukung kelancaran pasokan minyak sawit Indonesia ke Pakistan. Ia juga menyoroti potensi peluang kerja sama perdagangan lainnya yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Pakistan.

“Indonesia memandang Pakistan sebagai mitra dagang yang sangat penting untuk perdagangan minyak sawit. Kerja sama perdagangan ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang. Indonesia juga terbuka terhadap peluang perdagangan produk lainnya dengan Pakistan yang tentunya akan saling menguntungkan bagi kedua negara. Hal ini diharapkan dapat makin memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan ke depan,” ujar Wamendag Roro.

Senada dengan Wamendag Roro, CEO Westbury Group sekaligus CEO Mapak Edible Oils Abdul Rasheed Janmohammed menekankan pentingnya peran Pelabuhan Qasim dalam mendukung kelancaran pasokan sawit Indonesia ke Pakistan. Ia berharap, perdagangan Indonesia-Pakistan dapat terus meningkat melalui penguatan rantai pasok yang meliputi peningkatan efisiensi logistik, simplifikasi prosedur perizinan, serta pengembangan fasilitas penyimpanan (storage) di pelabuhan. Upaya-upaya tersebut akan memastikan pasokan sawit Indonesia menjadi lebih cepat, stabil, dan kompetitif dibandingkan pemasok dari negara lain.

Sebagai salah satu importir sawit Indonesia terbesar di Pakistan, lanjut Abdul, Westbury Group juga memiliki berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang telah dijalankan. Program CSR tersebut antara lain meliputi pendirian rumah sakit dan taman asuh ramah anak (daycare) di kawasan Pelabuhan Qasim untuk menjamin layanan kesehatan serta perawatan bagi masyarakat dan karyawan yang tinggal di sekitar pelabuhan.

Menanggapi hal tersebut, Wamendag Roro menyampaikan peluang perluasan perdagangan jasa untuk penyediaan tenaga kesehatan seperti dokter umum, dokter gigi, dan perawat. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara yang tidak hanya dalam perdagangan barang, tetapi juga perdagangan jasa.

Turut mendampingi Wamendag Roro yaitu Duta Besar RI Islamabad Chandra W. Sukotjo, Direktur Perundingan Antar-Kawasan dan Organisasi Internasional Kemendag Natan Kambuno, serta Konsul Jenderal RI Karachi Mudzakir.

Pertemuan Wamendag Roro dengan Presiden FPCCI dan KADIN Indonesia

Setelah bertemu dengan CEO Westbury Group, pada hari yang sama, Wamendag Roro melanjutkan agendanya dengan berbagai kegiatan, termasuk melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Kamar Dagang dan Industri Pakistan (Federation of Pakistan Chambers of Commerce and Industry/FPCCI) Atif Fikram serta Ketua Komite Bilateral Pakistan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Mufti Hamka Hasan di Karachi.

Pertemuan ini membahas rencana implementasi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara KADIN Indonesia dan FPCCI yang ditandatangani saat kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Pakistan pada Desember 2025. Dalam MoU tersebut, FPCCI meminta dukungan Pemerintah Indonesia terhadap kerja sama sektor swasta kedua negara dan menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan implementasi kerja sama tersebut pada 2026.

Salah satu usulan kerja sama yang disampaikan FPCCI adalah dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto melalui potensi investasi Pakistan dalam penyediaan produk susu (dairy). Sejalan dengan hal tersebut, Malmo Pvt. Limited, perusahaan Pakistan yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman termasuk produk susu, menyampaikan minatnya untuk menjalin kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia.

Wamendag Roro menyambut baik inisiatif tersebut, serta mengapresiasi peran aktif dan berkelanjutan FPCCI dalam memperkuat hubungan bisnis Indonesia-Pakistan. Ia juga menghargai kemitraan antara FPCCI dengan KADIN Indonesia yang mencerminkan kontribusi nyata sektor swasta dalam menopang pertumbuhan perdagangan kedua negara.

“Kami menyambut baik inisiatif sektor swasta dan mendorong tindak lanjut konkret dari MoU antara FPCCI dan KADIN Indonesia melalui pembentukan kelompok kerja bersama (joint working group), penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) berkala yang dapat difasilitasi Kemendag RI, serta pertukaran informasi perdagangan dan investasi. Kami mengajak FPCCI dan KADIN Indonesia untuk terus berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha,” urai Wamendag Roro.

Lebih lanjut, Wamendag Roro menegaskan bahwa Pakistan merupakan mitra dagang strategis dan jangka panjang bagi Indonesia, terutama di sektor industri kelapa sawit dan berbasis agro. Pasar Pakistan dipandang memiliki peran penting bagi Indonesia, baik saat ini maupun ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua FPCCI Atif Ikram menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dan Pakistan masih dapat menggali dan memperluas kerja sama bisnis di berbagai sektor strategis yang meliputi tekstil, pakaian (apparel), farmasi, makanan dan minuman, serta kelapa sawit. Berikutnya, perdagangan digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tengah berkembang di Pakistan, manufaktur, dan industri hilirisasi.

Sementara itu, Ketua Komite Bilateral Pakistan KADIN Indonesia Mufti Hamka Hasan menegaskan komitmen KADIN Indonesia untuk turut meningkatkan perdagangan dengan Pakistan dan berharap implementasi MoU KADIN Indonesia-FPCCI dapat segera terealisasi.

  • Share