Search

Wamendag Tindak Lanjuti Arahan Presiden dengan Penguatan Gernas Mapan

  Dengarkan Berita Ini

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti (tiga dari kanan) bersama pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di Pasar Cisalak, Kota Depok, Jabar, Senin (9/2/2026). ANTARA/HO-Kemendag

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dengan memperkuat program Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) agar semakin aktif dan konsisten diterapkan di pasar-pasar rakyat.

Menurut Wamendag Roro, Gernas Mapan merupakan program Kementerian Perdagangan yang sudah berjalan.

"Arahan Presiden menjadi penguatan sekaligus dorongan agar implementasi gerakan ini semakin masif, berkelanjutan, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Arahan Presiden Prabowo disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 pada pekan lalu.

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan ruang-ruang publik yang bersih, tertib, dan nyaman, termasuk pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Wamendag meninjau langsung kondisi kebersihan di Pasar Cisalak, Kota Depok, Jawa Barat, sekaligus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan 2026.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo pada Rakornas 2026 menjadi penguat bagi kami untuk mengaktifkan kembali dan memperluas Gernas Mapan ini agar lebih konsisten diterapkan di pasar-pasar rakyat. Pemerintah diminta hadir langsung, memastikan pasar bukan hanya ramai aktivitas ekonomi, tetapi juga bersih dan nyaman," ujar Wamendag Roro saat saat kunjungan di Pasar Cisalak tersebut.

Ia menjelaskan pasar rakyat merupakan salah satu sumber timbulan sampah terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024, pasar rakyat menjadi penyumbang sampah terbesar kedua secara nasional dengan kontribusi mencapai 5,4 juta ton atau 16,68 persen dari total timbulan sampah per tahun.

"Di Pasar Cisalak ini, kita melihat bahwa sampah yang dihasilkan setiap harinya cukup banyak. Tanpa pengelolaan yang baik, tentu akan berdampak pada kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan pasar. Karena itu, kami ingin Gernas Mapan dijalankan lebih aktif, bukan hanya sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan bersama," katanya menjelaskan. 

Melalui penguatan Gernas Mapan, Kementerian Perdagangan turut mendorong seluruh pemangku kepentingan pasar mulai dari pengelola, pedagang, pembeli, hingga masyarakat sekitar untuk lebih aktif bergotong royong menjaga kebersihan pasar, melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Pasar yang bersih akan membuat orang betah berbelanja. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi dan penghasilan pedagang. Karena itu, Gernas Mapan harus menjadi gerakan bersama yang terus hidup di pasar rakyat," kata Roro menambahkan.

Pada kunjungannya tersebut, Wamendag Roro bersama pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat juga melakukan aksi bersih pasar secara serentak.

Kementerian Perdagangan pun berharap penguatan Gernas Mapan ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di pasar-pasar rakyat lainnya di seluruh Indonesia, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi kenyamanan dan kesejahteraan rakyat.

Pewarta: Kelik Dewanto

** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (antaranews.com)

  • Share