Search

Wamendag Ajak Masyarakat Berperan Sebagai Duta Produk Indonesia

  Dengarkan Berita Ini

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti dalam wawancara siniar ANTARA di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

"dengan kita bangga terhadap produk dalam diri kita, dari situlah kita juga bisa membantu UMKM kita berkembang"

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengajak masyarakat untuk menjadi duta (ambassador) dari produk-produk dalam negeri kepada dunia.

“Kita semua itu mempunyai peran untuk menjadi ambassador terhadap produk-produk unggulan kita di Indonesia, (untuk dikenalkan ke dunia),” kata Wamendag Roro dalam wawancara siniar ANTARA di Jakarta, Rabu (4/3).

Roro mencontohkan salah satu caranya adalah dengan mengenakan produk lokal saat pergi ke luar negeri atau berjumpa dengan sahabat-sahabat dari negara lain.

“Jadi self-diplomacy selalu kita lakukan, karena dengan kita bangga terhadap produk dalam diri kita, dari situlah kita juga bisa membantu UMKM kita berkembang,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga aktif melakukan berbagai langkah untuk memfasilitasi pengusaha mikro, kecil dan menengah Indonesia yang ingin mengembangkan usahanya ke panggung dunia.

Salah satunya adalah ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 dan ditargetkan dapat menghasilkan transaksi sebesar 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp293,30 triliun.

Kemendag pun optimistis target tahun ini bisa tercapai, didukung oleh tren positif ekspor Indonesia yang tumbuh 6,15 persen pada 2025.

“It's our time to showcase bahwa ini yang Indonesia bisa offer, kalau produk-produk yang kita tampilkan juga sangat beragam. Ada food and beverages, ada furniture, ada chemicals bahkan juga ada yang lebih technical, mesin, tapi di samping itu baju, textile, fashion,” kata Roro.

Sejak tahap awal pendaftaran, para exhibitor langsung difasilitasi melalui business matching dengan calon pembeli dari luar negeri.

Menurut dia, proses ini melibatkan atase perdagangan dan perwakilan Indonesia di 33 negara, sehingga peluang transaksi dapat dipersiapkan lebih matang sebelum pameran berlangsung.

“Bagi teman-teman yang sebetulnya tertarik untuk melakukan ekspor, this is the time untuk networking. Jadi kan di situ juga ada seminar, talkshow … (sehingga) kita bisa langsung terkoneksi dengan orang-orang yang tepat,” ujar Wamendag.

“Kalau kita ingin berhasil, kita harus proaktif dan kita harus kerja keras, dan Trade Expo Indonesia ini harapannya bisa menyajikan kesempatan untuk masyarakat agar mereka bisa berkomunikasi, bisa networking, dan bisa belajar. Jadi mudah-mudahan ini juga bisa bermanfaat,” imbuhnya.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira

** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (antaranews.com)

  • Share