KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Menjelang Idulfitri di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian RI (Lemdiklat Polri), Jakarta, Senin, (2/3/2026).
Dalam rakor tersebut, Kemendag menyoroti sejumlah harga barang kebutuhan pokok (bapok).
Dalam rakor tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya yakni sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso mengatakan bahwa secara nasional harga barang kebutuhan pokok masih relatif stabil menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran tahun 2026.
“Secara umum harga relatif stabil. Ada beberapa komoditas yang sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ada juga yang di bawahnya. Namun, rata-rata harga nasional masih stabil dan pasokan terjaga dengan baik,” ujar Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya.
Kemendag memantau secara intensif perkembangan harga bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini memantau 550 pasar yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di 38 provinsi.
Budi menyebut bahwa dengan melakukan pengawasan berbasis data tersebut, kemungkinan pemerintah RI bisa dengan mudah mendeteksi pergerakan harga secara cepat dan akurat.
Bahkan, terjadi sebuah tren penurunan harga pada minyak goreng Minyakkita. Tren tersebut sudah berlangsung selama satu bulan terakhir.
“HET Minyakita Rp15.700 per liter dan saat ini rata-rata nasional sekitar Rp15.900 per liter. Memang ada daerah seperti Papua Tengah yang mencapai Rp 19.000 per liter, tetapi di daerah lain seperti Lampung sudah Rp15.400 per liter atau di bawah HET,” kata Budi.
Adapun perbedaan harga setiap daerah tetap berkaitan dengan faktor distribusi. Pemerintah masih terus memperkuat koordinasi dengan pemasok dan distributor.
Kemendag juga berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyoal proses pendistribusian jelang arus mudik lebaran.
Imbauan penataan pasar tumpah juga telah disampaikan kepada dinas yang membidangi perdagangan daerah untuk mendukung kelancaran distribusi barang.
“Kami terus berkoordinasi agar pasokan tersalurkan dengan baik ke berbagai daerah. Kami juga menyampaikan imbauan kepada dinas untuk memperhatikan pasar-pasar tumpah di berbagai titik di jalur mudik,” ucap pria yang akrab disapa Busan.
Kemendag juga telah menggelar rapat koordinasi pada 29 Januari 2026 kemarin, untuk membahas antisipasi lonjakan permintaan jelang lebaran.
Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga memantau langsung ke pasar rakyat untuk memberikan dampak psikologis yang positif terhadap pasar dan konsumen.
Kemendag juga berkolaborasi dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) demi menjaga stabilitas barang pokok menjelang idul fitri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pengendalian harga pangan menjelang Idulfitri menjadi fokus utama pengamanan nasional. Ia menyatakan, jajaran Satuan Tugas Pangan di pusat dan daerah telah diperintahkan untuk mengawasi distribusi dan ketersediaan bahan pokok guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kami pastikan Satgas Pangan bergerak aktif melakukan pengawasan. Tidak boleh ada praktik penimbunan, spekulasi, atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” tegas Listyo Sigit.
Reporter: Zendy Pradana
** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (kontan.co.id)