Search

Mendag Budi Dorong Industri Ban di RI Genjot Ekspor & Investasi

  Dengarkan Berita Ini

Mendag Budi Santoso mendorong peningkatan ekspor ban nasional dan penambahan investasi untuk meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026). —Bisnis/Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong peningkatan ekspor produk ban nasional, penguatan investasi serta penanganan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha produk ban dalam menjaga daya saing di pasar global. 

Sejumlah isu tersebut dibahas dalam pertemuan Mendag Budi dengan manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan pada Selasa (21/7). Mendag Busan menegaskan, Kemendag berkomitmen mendukung pelaku usaha, termasuk di industri ban, untuk terus memperkuat ekspor. Dia pun berdiskusi dengan manajemen Bridgestone Indonesia untuk menggali rencana meningkatkan ekspor, bentuk dukungan perusahaan induk terhadap penambahan jenis produk dan pasar tujuan ekspor, serta berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha ban dalam perdagangan internasional.

Mendag Busan menegaskan, Kemendag berkomitmen mendukung pelaku usaha, termasuk di industri ban, untuk terus memperkuat ekspor. Dia pun berdiskusi dengan manajemen Bridgestone Indonesia untuk menggali rencana meningkatkan ekspor, bentuk dukungan perusahaan induk terhadap penambahan jenis produk dan pasar tujuan ekspor, serta berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha ban dalam perdagangan internasional. 

“Kemendag berkomitmen untuk terus memfasilitasi perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia, termasuk ban Bridgestone, melalui perundingan perdagangan yang telah berjalan maupun yang sedang dirundingkan. Kemendag juga menyambut baik partisipasi berbagai produk ban berkualitas dari Indonesia dalam promosi dagang internasional dan penjajakan bisnis (business matching) dengan calon buyer potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri,” ujar Mendag Budi dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (22/7/2026).

Mendag menjelaskan, saat ini, Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan, 15 perjanjian dalam proses ratifikasi, serta 11 perjanjian yang masih dalam tahap negosiasi, termasuk penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). 

“Prinsipnya, kami ingin terus membangun komunikasi dengan dunia usaha. Jika terdapat kendala dalam kegiatan ekspor maupun investasi, sampaikan kepada kami agar dapat dicarikan solusi bersama. Selain itu, semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang pasar bagi produk nasional,” ujarnya.

Budi juga menyampaikan, Kemendag terus berkomitmen meningkatkan kemudahan layanan ekspor. Salah satunya, melalui sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi negara-negara mitra perjanjian perdagangan sehingga proses ekspor menjadi lebih efisien. 

Dalam audiensi tersebut, manajemen Bridgestone Indonesia yang hadir terdiri atas Presiden Direktur Mukiat Sutikno, Head of LSCM Division Andre Susilo, Head of Logistic and External Affair Yudi Lesmana, Manager of Trade Compliance & External Affair Bastiyan Dios Karunia, serta Senior Supervisor of Trade Compliance & External Affair Hermansyah Nasution. 

Dalam pertemuan tersebut, Mukiat Sutikno menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekspor nasional dan upaya untuk mengembangkan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara mitra dagang. 

Mukiat menjelaskan, Bridgestone Indonesia saat ini mengekspor produknya ke sekitar 70 negara dengan Australia, Jepang, dan Malaysia sebagai pasar ekspor utama. 

Sementara itu, salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan pasokan bahan baku karet alam di dalam negeri. Menurutnya, penurunan produksi karet nasional mengakibatkan perusahaan masih harus mengandalkan sebagian bahan baku impor untuk memenuhi kebutuhan produksi.

Selain itu, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap sejumlah komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri juga berpotensi memengaruhi kelancaran produksi. 

Di sisi lain, Bridgestone Indonesia juga menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia berharap penyelesaian IEU-CEPA dapat semakin meningkatkan daya saing produk Indonesia, termasuk melalui penurunan tarif bea masuk. 

Menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, Mendag menegaskan, Kemendag akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menanggulangi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri ban Indonesia, termasuk Bridgeston.

Penulis : Fitri Sartina Dewi

** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (bisnis.com)

  • Share