Search

Kerek Ekspor, Kemendag 'Jodohkan' Pengusaha Jepang-Pemasok Lokal

  Dengarkan Berita Ini

Kemendag gelar business matching antara eksportir dari Indonesia dengan perusahaan retail dan trading dari Jepang.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi saat konferensi pers di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). tirto.id/ Muhammad Naufal

tirto.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar pertemuan pelaku bisnis (business matching) antara perusahaan penyuplai dari Indonesia dengan perusahaan retail dan trading dari Jepang pada Selasa (20/1/2026).

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi berujar, ada empat perusahaan Jepang yang akan dipertemukan dengan 31 perusahaan dalam negeri.

"Kami mengajak partner mitra dari Jepang untuk bisa lebih berkolaborasi dengan para supplier kita di Indonesia supaya bisa bekerjasama lebih erat dan mengangkat sektor kita ini menjadi supplier dunia," ucapnya di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Menurut Fajarini, perusahaan dari Indonesia yang ikut dalam business matching itu terdiri dari berbagai sektor. Beberapa di antaranya, yakni furnitur, kosmetik, dekorasi rumah, kecantikan, serta otomotif.

Kata dia, melalui business matching tersebut, perusahaan Jepang akan mengimpor produk Indonesia. Perusahaan tersebut kemudian akan memamerkan produk Indonesia di Jepang.

"Kamu membawa beberapa supplier kita untuk produk-produk furnitur, kosmetik, home dekorasi, dengan cara memasarkan dengan beberapa partner dari Jepang. Jadi, produk-produknya itu bisa masuk ke retailer di Jepang," tutur Fajarini.

Ia menyatakan, business matching tersebut akan digelar setiap bulan. Meski demikian, Fajarini mengaku Kemendag belum menargetkan nilai transaksi dari business matching tersebut.

Pasalnya, ia berujar, Kemendag masih fokus terhadap proses memperkenalkan produk Indonesia di Jepang terlebih dahulu saat ini. Fajarini meyakini hubungan kerja sama RI-Jepang akan semakin meningkat melalui business matching tersebut.

"Belum ada targetnya, ini kayak interaksi, kita masukin produk Indonesia ke Jepang. Kami juga mengajak partner mitra dari Jepang untuk bisa lebih berkolaborasi dengan para supplier kita di Indonesia supaya bisa bekerjasama lebih erat," urainya.

Penulis: Muhammad Naufal

** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (tirto.id)

  • Share