Sebanyak 259 dari 274 gerai swalayan di Sumatra kembali beroperasi pascabencana banjir, dengan target semua gerai aktif akhir Februari 2026.
Ilustrasi gerai ritel - JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sebanyak 259 gerai toko swalayan telah kembali beroperasi di tiga provinsi pascabencana banjir Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan secara keseluruhan, terdapat 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Adapun, data tersebut sebagaimana data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) per 10 Februari 2026.
“Dan kondisi ini sebagian besar atau sekitar 95%, yaitu 259 toko swalayan telah beroperasi kembali secara normal,” kata Budi dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Sementara itu, Budi menyampaikan bahwa beberapa gerai swalayan lainnya masih dalam tahap penyesuaian operasional.
“Ditargetkan seluruhnya [swalayan terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat] dapat beroperasi paling lambat akhir Februari 2026,” ujarnya.
Data menunjukkan sebanyak 13 toko di tiga provinsi terdampak banjir akan beroperasi paling lambat akhir Februari 2026.
Secara terperinci, di provinsi Sumatra Utara terdiri dari 1 toko di Langkat dan 1 toko di Tapanuli Tengah, sedangkan di provinsi Aceh terdiri dari 7 toko di Aceh Tamiang dan 4 toko di Bener Meriah.
Selain itu, pasar rakyat juga terus menunjukkan tren pemulihan. Kemendag mencatat, data kerusakan mencapai 166 pasar rakyat prioritas dengan 4.952 pedagang yang terdampak.
Namun, Budi menyampaikan sebagian besar atau sekitar 90% atau 149 pasar rakyat telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan yang mayoritas berada di provinsi Aceh.
“Dari 166 pasar rakyat prioritas tersebut terindentfikasi 93 unit pasar rusak ringan, 12 unit rusak sedang, dan 61 unit pasar rusak berat,” ungkapnya.
Adapun, Kemendag juga telah melakukan pendataan awal, pembersihan pasat rakyat dan pasar rusak ringan, hingga penyiapan tenda dan lokasi berjualan di pasar rakyat. Sejumlah upaya ini dilakukan untuk menunjang distribusi ke hutan bahan pokok di lokasi terdampak bencana.
“Kemendag juga telah melakukan koordinasi dengan Bappenas dan Kemenkeu untuk pengusulan anggaran revitalisasi pasar terdampak bencana,” sambungnya.
Di samping itu, lanjut Budi, Kemendag terus berkoordinasi dan bersinergi dengan ID Food, Perum Bulog, swasta, serta para pemasok untuk segera memasok pasokan kebutuhan barang pokok di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Terutama di pasar terdampak bencana agar perdagangan mendapatkan pasokan kembali untuk berjualan,” pungkasnya
Penulis: Rika Angraeni
** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (bisnis.com)