Search

Indonesia Mulai Penyelidikan Antidumping Produk Impor Asal Cina, Ini Detailnya

  Dengarkan Berita Ini

KADI memulai penyelidikan antidumping SAP asal Cina setelah impor mencapai 354.918 ton atau 62% dari total impor Indonesia pada 2022–2025.

Truk kontainer melintas di antara tumpukan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan antidumping terhadap produk impor Superabsorbent Polymers (SAP) asal Cina pada Jumat (14/8/2026). Produk tersebut masuk dalam klasifikasi Harmonized System (HS) 3906.90.92 dan 3906.90.99 berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. “Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal yang dilakukan, KADI menemukan adanya peningkatan produk impor SAP dari Cina. Hal ini mengakibatkan kerugian industri dalam negeri,” jelas Ketua KADI Frida Adiati.

Frida mengatakan penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan PT Nippon Shokubai Indonesia yang mewakili industri dalam negeri.

Penyelidikan mencakup impor produk SAP selama periode 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2025. Selama periode tersebut, total impor SAP Indonesia mencapai 570.543 ton, dengan 354.918 ton atau sekitar 62% berasal dari Cina. 

KADI akan melakukan penyelidikan selama 12 bulan dan dapat memperpanjangnya hingga 18 bulan jika diperlukan. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 34/2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan.

Frida menambahkan KADI telah menyampaikan pemberitahuan dimulainya penyelidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen SAP asal Cina yang diketahui. 

Informasi tersebut juga telah disampaikan kepada perwakilan pemerintah Cina di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cina. 

KADI mengajak pihak-pihak terkait memberikan informasi, tanggapan, atau mengajukan permintaan dengar pendapat (hearing) selama proses penyelidikan berlangsung.

Penulis: Iim Fathimah Timorria

** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (bisnis.com)

  • Share