Search

Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik Rp 342 Ribu

  Dengarkan Berita Ini

Pemerintah menetapkan Harga Referensi (HR) CPO periode Maret 2026 sebesar USD 938,87 per MT, naik 2,22% dari bulan sebelumnya.

Sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Foto: Freepik/9images

Liputan6.com, Jakarta - Harga Referensi (HR) komoditas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar USD 938,87 per metrik ton (MT) atau setara Rp 15,75 juta (kurs Rp 16.780 per dolar AS). HR CPO ini dikenakan untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP), atau dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE) pada 1–31 Maret 2026.

Nilai tersebut menguat 2,22 persen atau USD 20,40 (Rp 342 ribu) dibandingkan pada 1–28 Februari 2026 yang sebesar USD 918,47 per MT.

Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 373 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan BK dan tarif layanan BLU.

"HR CPO periode Maret 2026 menguat dibanding periode sebelumnya. Merujuk pada PMK (Peraturan Menteri Keuangan) yang berlaku, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 124 per MT, serta PE CPO sebesar 10 persen dari HR CPO periode Maret 2026, yaitu USD 93,8869 per MT," jelas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana, Sabtu (28/2/2026).

Tommy menyampaikan, penetapan HR CPO diperoleh dari rata-rata harga selama periode 20 Januari-19 Februari 2026 pada Bursa CPO Indonesia sebesar USD 882,76 per MT, Bursa CPO Malaysia sebesar USD 994,97 per MT, dan Harga Port CPO Rotterdam sebesar USD 1.252,36 per MT.

Mengacu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025, jika selisih rata-rata dari tiga sumber harga melebihi USD 40, HR CPO mengunakan rata-rata dua sumber harga yang menjadi median dan terdekat dengan median.

"Sehingga, HR bersumber dari Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia. Berdasarkan perhitungan tersebut, ditetapkan HR CPO sebesar USD 938,87 per MT," terang Tommy.

Harga Referensi Biji Kakao


(Fotografer: Dio Pratama/Liputan6.com)

Selanjutnya, HR biji kakao periode Maret 2026 ditetapkan sebesar USD 4.047,45 per MT, merosot 29,21 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD 1.669,99. Menurunnya HR biji kakao berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Maret 2026 menjadi USD 3.722 per MT, turun sebesar 30,44 persen atau USD 1.628 dari periode sebelumnya.

"Turunnya HR dan HPE biji kakao dipengaruhi turunnya permintaan yang tidak diimbangi peningkatan pasokan seiring membaiknya produksi di negara produsen utama seperti Pantai Gading," ungkap Tommy.

Untuk produk kulit, HPE pada Maret 2026 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Selain itu, komoditas getah pinus periode Maret 2026 ditetapkan sebesar USD 903 per MT. Nilai ini meningkat sebesar USD 42 atau 4,88 persen dari periode Februari 2026.

Komoditas Lain

Kemudian, HPE produk kulit; HPE pada kayu keping atau pecahan (wood in chips or particle), keping kayu (chipwood), dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 mm² dari sortimen lainnya dari hutan tanaman jenis sungkai; dan HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000–10.000 mm² tidak berubah dari Februari 2026.

Tetapi, terjadi kenaikan HPE pada kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman; kayu lapis untuk kotak kemasan (wooden sheet for packing box); dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 mm2 dari jenis meranti, rimba campuran, sortimen lainnya jenis eboni, hutan tanaman jenis pinus, gmelina, akasia, sengon, karet, balsa, eukaliptus, serta sungkai.

Di sisi lain, HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² dari jenis jati turun.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana

** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (liputan6.com)

  • Share