Bakso 76 di kawasan Jabal Magnet Madinah, Arab Saudi.(DOK MCH 2026/ PYTHAG KURNIATI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produk olahan ikan Indonesia berpotensi menembus pasar Arab Saudi.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo, mengatakan peluang itu terbuka setelah pertemuan awal penjajakan bisnis (business matching) perusahaan Indonesia Indonesia, JAFPA, dengan importir dan distributor Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading.
Pertemuan itu dijembatani Kemendag di Jakarta pada Kamis (25/6/2026).
Bagas mengatakan, Tamaiz Asia Trading tertarik dengan sejumlah produk olahan ikan JAFPA seperti, bakso ikan, daging filet ikan nila, nuget ikan, dan nuget udang.
“Dalam kerja sama yang tengah dijajaki, potensi transaksi JAFPA dan Tamaiz mencapai sebesar 800 ribu dollar Amerika Serikat (AS) hingga 1 juta dollar AS (sekitar Rp 18 miliar),” kata Bagas dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).
Bagas mengatakan, Tamaiz Asia Trading menjajaki produk olahan ikan itu untuk dipasarkan di jaringan ritel di Arab Saudi.
Mereka juga memproyeksikan produk tersebut bisa menyetok perusahaan katering yang melayani jutaan jemaah haji dan umroh dari Indonesia.
“Berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara yang secara keseluruhan diperkirakan bernilai sekitar Rp 50 triliun,” ujar Bagas.
Menurut Bagas, pihak Tamaiz Asia Trading bakal membawa sampel produk JAFPA untuk keperluan uji pasar.
Sementara, JAFPA bakal menyusun daftar harga sejumlah produknya sebelum sampai ke tahap negosiasi.
Pada tahapan berikutnya, ITPC Jeddah bakal menindaklanjuti penjajakan bisnis itu secara online guna membahas teknis ekspor dan impor lebih jauh.
“Kami harap, kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak produk pangan olahan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” tutur Bagas.
Adapun Tamaiz Asia Trading telah mengimpor produk dari Indonesia selama 15 tahun terakhir.
Di Saudi, perusahaan itu mendistribusikan produk makanan, minuman, hingga produk konsumsi rumah tangga seperti kosmetik dan sabun.
Belakangan, Tamaiz Asia Trading memperlebar bisnisnya dengan menyasar kebutuhan jemaah haji asal Indonesia.
Perwakilan Tamaiz Asia Trading Saeed Alamoudi, menyebut jumlah jemaah haji dan umroh di Saudi paling besar berasal dari Indonesia.
Besarnya jumlah jemaah itu menjadi ceruk pasar produk makanan halal di Saudi.
“Tidak hanya konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar,” ujar Alamoudi.
Penulis: Syakirun Ni'am
** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (kompas.com)