Search

Dengarkan Berita Ini

Unjuk Gigi di Spring Fair 2026 Inggris, UMKM Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp10,76 M

Birmingham, 27 Februari 2026 – Sebanyak sembilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang mayoritas digawangi perempuan mencatatkan potensi transaksi USD 640,75 ribu, atau sekitar Rp10,76 miliar pada pameran Spring Fair 2026 di Inggris. Pameran berlangsung pada 1—4 Februari 2026 di National Exhibition Centre, Birmingham, Inggris. Capaian itu merupakan akumulasi dari penjajakan bisnis (business matching) serta tindak lanjut pascapameran oleh Atase Perdagangan (Atdag) RI London.

Dalam Spring Fair 2026 ini, produk-produk yang diminati buyer Inggris yaitu, dekorasi rumah (home décor), fesyen, dan gaya hidup. “Respons positif buyer Inggris terhadap produk Indonesia, khususnya pada sektor dekorasi rumah (home décor), fesyen, dan gaya hidup, menunjukkan nilai tambah pada desain, kualitas, serta prinsip keberlanjutan menjadi faktor pembeda yang kompetitif,” kata Atdag RI London Ayu Siti Maryam.

Capaian pada Spring Fair 2026 pun mencerminkan potensi Inggris sebagai pasar potensial yang menjanjikan bagi produk-produk kreatif Indonesia. Contohnya pada sektor tekstil, Inggris saat ini menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dengan pangsa sekitar 1,66 persen. Posisi ini menunjukkan Inggris menyimpan peluang pertumbuhan ekspor yang signifikan.

Partisipasi Indonesia pada Spring Fair 2026 juga menjadi kesempatan berharga untuk menjalankan strategi promosi dan perluasan pasar ekspor para UMKM perempuan ke Inggris. Strategi yang tepat akan mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk kreatif dan berkelanjutan di pasar global. “Kami optimistis strategi promosi yang terarah, kolaborasi multipihak, dan penguatan peran UMKM perempuan mampu membawa Indonesia memperluas pangsa pasar di Inggris,” ungkap Ayu.

Ayu menambahkan, potensi transaksi akan terus ditindaklanjuti melalui pertemuan Business to Business (B2B) antara para pelaku UMKM dan para mitra potensial untuk memastikan kontrak dagang terealisasi. Potensi transaksi maupun jejaring bisnis dari Spring Fair 2026 juga akan dioptimalkan untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia 2026.

Paviliun Indonesia dalam Spring Fair 2026 menampilkan ragam produk kreatif mulai dari dekorasi rumah (home décor), fesyen, tekstil, dan gaya hidup. Sebanyak sembilan jenama terkurasi yang berpartisipasi di bawah naungan Paviliun Indonesia untuk pameran tersebut, yaitu Sakombu, Long Story Short, Salam Rancage, Terima Kasih Kembali, Dcraft, Millsportid, Pan Brothers, Arifahstudio, dan Homewaregroup.

Tangan terampil perajin perempuan berkontribusi menghadirkan produk berbahan serat alami, rotan, kayu berkelanjutan, hingga material daur ulang. Penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan ini selaras dengan tren konsumen Inggris yang semakin mengutamakan prinsip keberlanjutan. Produk-produk yang ditampilkan memperlihatkan kombinasi kekuatan UMKM kreatif dan industri manufaktur berkapasitas besar dalam satu ekosistem ekspor.

“Produk-produk seperti kerajinan anyaman ramah lingkungan, aksesori fesyen artisan, dan dekorasi rumah berbasis material alami membuktikan kekuatan ekspor Indonesia tidak hanya bertumpu pada industri skala besar. Kami mendorong UMKM untuk terus memperluas pasar selama produknya berkualitas, memiliki nilai cerita dan desain yang baik, serta memberikan dampak sosial nyata. Inilah kekuatan produk Indonesia di pasar global,” kata Ayu.

Pemilik Arifah Studio, Syarifah, mengatakan Spring Fair menjadi langkah awal yang sangat baik untuk menampilkan Indonesia di pasar Inggris yang relatif belum banyak digarap pelaku usaha nasional. Keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi peluang untuk unggul dalam kualitas pengerjaan, kreativitas, storytelling, dan inovasi.

Ia juga menegaskan, kehadiran Arifah Studio bersama jenama lain menunjukkan kepada publik Inggris bahwa Indonesia bukan hanya tentang Bali, melainkan memiliki kekuatan warisan budaya dan cerita yang mampu membangun identitas merek. Syarifah menambahkan, merek-merek Indonesia perlu lebih sering mengikuti pameran dagang di Inggris maupun Eropa secara umum untuk memperluas pasar dan memperkuat branding nasional.

Spring Fair 2026 merupakan pameran B2B produk multisektor terbesar di Inggris. Keikutsertaan UMKM Indonesia adalah hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan RI dan Kedutaan Besar RI London dengan International Trade Centre melalui program SheTrades, serta didukung penuh oleh Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Pertamina Foundation.

Keikutsertaan pada Spring Fair 2026 sejalan dengan program strategis Kemendag untuk memperluas pasar ekspor dan Program Dari Lokal untuk Global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasar ekspor sekaligus penguatan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Inggris mencapai USD 2,67 miliar. Ekspor Indonesia ke Inggris tercatat USD 1,6 miliar. Sementara itu, impor Indonesia dari Inggris sebesar USD 1,07 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 529,82 juta. Ekspor utama Indonesia ke Inggris meliputi alas kaki, mesin dan peralatan listrik, kayu dan barang dari kayu, pakaian jadi bukan rajutan, serta mesin-mesin dan pesawat mekanik.

--selesai--

Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan