Search

Dengarkan Berita Ini

Produk Indonesia Kian Diminati di Cili, Business Matching Juni Catat Potensi Transaksi Rp1,87 Miliar

Santiago, 3 Agustus 2026 – Kementerian Perdagangan terus mendorong perluasan pasar ekspor Indonesia di kawasan Amerika Latin. Pada Juni 2026, Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Cili bersinergi dengan Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar RI Santiago menggelar tiga penjajakan bisnis (business matching). Total potensi transaksi mencapai USD 104.000 atau sekitar Rp1,87 miliar. Para buyer di Cili berencana mendatangkan produk kopi, minyak kelapa sawit dan turunannya, serta popok dewasa (adult diapers) dari Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi antusiasme pasar Cili terhadap produk-produk Indonesia. Ia terus mendorong pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut serta dalam business matching Kemendag dan semakin membuka peluang ekspor mereka. 

“Business matching menjadi salah satu strategi penting untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial di luar negeri sekaligus membuka peluang ekspor nonmigas ke pasar global. Kami terus mendorong pelaku usaha untuk mengikuti business matching dan menjadi eksportir,” kata Puntodewi.

Wakil Kepala ITPC Santiago, Tesa Listva Kusumawardani, mengatakan, ketiga business matching dilaksanakan secara daring pada 23—30 Juni 2026. Potensi transaksi terbesar berasal dari produk minyak kepala sawit dan turunannya antara eksportir Indonesia PT SMART Tbk dengan buyer asal Cili Grupo MTG senilai USD46.000. Sementara itu, produk Kopiko antara PT Mayora Indah Tbk dan Daerim Cili dari Cili menghasilkan potensi transaksi sebesar USD 28.000, sedangkan produk OTO popok dewasa antara PT Rejeki Putra Putri Eliman dan E-Cibo SpA dari Cili mencatat potensi transaksi USD 30.000. 

“Rencana pembelian awal dari masing-masing buyer akan menjadi tahap evaluasi terhadap kualitas produk, harga, kapasitas pasok, serta respons pasar sebelum meningkatkan volume pembelian pada tahap berikutnya,” ujar Tesa.

Tesa menjelaskan, minat buyer Cili terhadap produk Indonesia terus meningkat, baik untuk produk makanan olahan, bahan baku industri pangan, maupun produk perawatan tubuh (personal care). Kondisi tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang diversifikasi ekspor Indonesia ke Cili.

Menurut Tesa, ITPC Santiago akan mengawal komunikasi antara eksportir Indonesia dan buyer di Cili untuk mempercepat realisasi transaksi. Selain itu, berbagai kegiatan promosi perdagangan, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Indonesia–Latin America and the Caribbean Business Mission (INALAC) 2026 pada Oktober 2026 mendatang, juga akan dimanfaatkan sebagai sarana mempertemukan pelaku usaha kedua negara sekaligus memperluas peluang ekspor produk Indonesia ke pasar Cili.

Para eksportir Indonesia menyambut positif hasil business matching tersebut. International Business Manager PT SMART Tbk, Prudence Hardipura, berharap fasilitasi ITPC Santiago dan KBRI Santiago dapat membuka kembali peluang ekspor perusahaan ke Cili setelah sempat terhenti selama beberapa tahun. “Kemitraan dengan Grupo MTG juga diharapkan dapat memperluas pasar minyak kelapa sawit Indonesia ke negara-negara Amerika Latin lainnya melalui jaringan distribusinya,” ujar Prudence.

Marketing Export Manager PT Mayora Indah Tbk, Praisey Jonathan, berharap rangkaian produk Kopiko semakin dikenal dan dapat menembus jaringan ritel modern besar di Cili. “Calon buyer merupakan pemasok bagi jaringan supermarket besar di Cili yang juga beroperasi di sejumlah negara Amerika Latin. Ini menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar Mayora,” kata Praisey.

Direktur PT Rejeki Putra Putri Eliman, Oto Gunasis optimis produk personal care Indonesia yang berkualitas dapat diterima dengan baik di pasar Cili. “Kami berharap business matching ini menjadi awal terjalinnya kerja sama jangka panjang dengan mitra di Cili,” ujar Oto.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Cili

Pada periode Januari–Mei 2026, total perdagangan Indonesia dengan Cili mencapai USD 226,20 juta, meningkat 1,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ekspor Indonesia ke Cili tercatat sebesar USD 179,10 juta, sedangkan impor Indonesia dari Cili mencapai USD 47,10 juta.

Sepanjang tahun 2025, total perdagangan Indonesia dengan Cili mencapai USD 535,50 juta. Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD 347,50 juta, dengan nilai ekspor ke Cili mencapai USD 441,50 juta dan impor dari Cili sebesar USD 94,00 juta. Komoditas ekspor Indonesia ke Cili pada tahun 2025 didominasi oleh kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin-mesin atau pesawat mekanik, serta kertas dan karton.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan