Search

Dengarkan Berita Ini

Perkuat Posisi Produk Furnitur di Pasar Eropa, ITPC Milan Gelar Post-Event Salone del Mobile 2026

Milan, 12 Mei 2026 – Kementerian Perdagangan RI melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan bersinergi dengan Italian Chamber of Commerce for South East Asia (CCISEA) menyelenggarakan kegiatan Post-Event Coffee Break Salone del Mobile 2026. Acara ini berlangsung di kantor ITPC Milan, Italia pada 29 April 2026. Kegiatan post-event ini merupakan langkah strategis untuk menindaklanjuti partisipasi Indonesia pada rangkaian ajang desain internasional Salone del Mobile 2026 dan Salone Satellite 2026 pada 21—26 April 2026 lalu di Milan. 

Menanggapi secara terpisah dari Jakarta, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menayampaikan, kegiatan post-event menjadi inisiatif penting yang membuka gerbang ekspansi furnitur nasional ke Eropa. Ia meyakini desain Indonesia, yang semakin diakui di panggung global, dapat semakin didorong untuk memikat konsumen di Eropa.

“Kegiatan post-event difokuskan untuk menjaga momentum bisnis pascapameran sekaligus mendorong realisasi transaksi ekspor. Kami ingin memastikan ketertarikan para buyer selama pameran dapat segera berlanjut menjadi transaksi ekspor berkelanjutan. Pertemuan kali ini sekaligus untuk menunjukkan kesiapan produk furnitur Indonesia dalam memenuhi standar pasar global,” ujar Puntodewi.

Kepala ITPC Milan Seno Pratomo menyampaikan, ajang post-event ini memamerkan kembali produk-produk furnitur hasil kurasi yang sukses memikat perhatian pengunjung pada ajang Salone del Mobile 2026 dan Salone Satellite 2026. “Kami ingin menunjukkan kembali bahwa produk furnitur Indonesia tidak hanya kompetitif secara estetika, tetapi juga mengusung nilai inovasi dan keberlanjutan yang sangat relevan dengan tren global,” ungkap Seno.

Tiga jenama yang berhasil memikat perhatian pengunjung pada ajang Salone del Mobile 2026, yaitu Vivere, Bika Living x DuAnyam dan Box Living.

Selain itu, kehadiran karya inovatif yang sebelumnya unjuk gigi di Salone Satellite 2026 dari Mergrath Design, Zulyo Kumara Studio, dan Studio Banda turut memperkaya kegiatan post-event ini. Koleksi yang ditampilkan mengeksplorasi material variatif, mulai dari rotan hingga biomaterial berbasis limbah kopi sebagai wujud nyata dari implementasi ekonomi sirkular.

Post-event ini juga menghadirkan sesi diskusi bersama perwakilan dari Indonesia Design District (IDD), Domisilium Studio, Mergrath Design, Zulyo Kumara Studio, dan Studio Banda. Diskusi membedah filosofi desain furnitur Indonesia bertajuk “Beyond Making”, sebuah konsep yang mengulas proses kreatif di balik produk furnitur yang ditampilkan pada Salone del Mobile 2026 dan Salone Satellite 2026. 

Paparan para narasumber juga menunjukkan kesiapan ekosistem furnitur lokal Indonesia dalam memenuhi standar perancangan dan produksi untuk pasar internasional kepada 35 pelaku industri kreatif yang hadir.

Manajer Komunikasi Pemasaran IDD, Adityo Ramadhan, menilai sesi diskusi tersebut merupakan ajang presentasi yang penting. Sesi ini berhasil menunjukkan kekuatan filosofi furnitur Indonesia yang memadukan kemewahan dengan kearifan lokal sebagai modal utama menjangkau pasar global. “Acara ini merupakan ruang representatif untuk mempromosikan jenama lokal di Italia sekaligus memperkuat kolaborasi kreatif lintas sektor antara produsen dan desainer kedua negara,” ungkap Adityo.

Santi Alaysius dari Domisilium Studio mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan post-event setelah Salone del Mobile. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk kembali terhubung dan memperkuat jejaring antarpelaku industri kreatif. “Selain itu, sesi diskusi dalam kegiatan ini berlangsung komunikatif dan membuka peluang kolaborasi baru,” ungkap Santi.

Respons positif juga datang dari mitra lokal di Italia, yaitu Gregorio Magazzi dari Bonacina Italia. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas material produk Indonesia dan menilai kegiatan post-event semakin membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri kreatif di Italia. “Menurut saya, ini menjadi potensi kolaborasi antara perusahaan, seniman, dan desainer Indonesia yang memiliki kreativitas luar biasa,” ungkapnya.

Melalui pendekatan diplomasi hospitality, para tamu tidak hanya diperkenalkan pada produk furnitur Indonesia, tetapi juga diajak merasakan kekayaan budaya Nusantara melalui sajian kopi Wonogiri serta kudapan tradisional seperti klepon, wingko, dan sosis solo. Seno optimis sinergi promosi furnitur dan kuliner melalui post-event akan efektif memperkuat citra Indonesia di Eropa. 

Sebagai upaya mendorong peningkatan ekspor, Seno memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun ini. “Kami mengundang para pembeli, distributor, dan pelaku industri kreatif di Italia untuk hadir ke Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis dengan produsen nasional,” pungkas Seno.

--selesai--

Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan