Search

Dengarkan Berita Ini

Pameran World of Coffee 2026 di Belgia, Cita Rasa Kopi Indonesia Makin Menyeruak di Eropa

Brussel, 20 Juli 2026 – Produk kopi Indonesia berhasil menarik minat para pengunjung internasional di ajang pameran specialty coffee terbesar di Eropa, World of Coffee (WOC) 2026 yang digelar pada 25—27 Juni 2026 di Brussel, Belgia. Karakter rasa yang khas, cita rasa yang seimbang, serta cerita  di balik setiap biji kopi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia sukses menggugah minat pengunjung. Antusiasme ini terlihat dari 87 pelaku usaha mancanegara yang menyatakan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut (business leads) atas produk kopi Indonesia dengan potensi transaksi mencapai USD 10,8 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi mengungkapkan pentingnya WOC 2026 bagi Indonesia untuk semakin mengoptimalkan potensi pasar kopi di Belgia dan Eropa. “Pameran WOC 2026 di Eropa merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan kopi Indonesia. Kopi merupakan komoditas ekspor terbesar Indonesia ke Belgia. Terlebih lagi, Belgia juga berperan sebagai hub distribusi ke pasar Eropa,” ucap Puntodewi. 

Paviliun Indonesia di ajang WOC 2026 seluas 36 m² menampilkan sebelas pelaku usaha kopi Indonesia terpilih. Para peserta telah melalui kurasi bersama antara KBRI Brussel dan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan RI. Adapun sebelas pelaku usaha tersebut, yaitu CV Royal Ontosoroh, CV Tri Anom Agrotektur, Hejo Coffee, Mapcoffee.id, Meramanis Coffee, PT Imela Jaya Bersama, PT Inti Gravfarm, PT Kopinang Indische Koffie, PT Mandalagiri, PT Noozkav Kopi Indonesia, dan PT Sabani Internasional.

Kopi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia ini merupakan kopi specialty arabika yang berasal dari berbagai daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Ragam kopi yang disajikan menawarkan variasi cita rasa baik dari segi tekstur atau tingkat kekentalan, kadar asam, hingga jejak rasa yang tertinggal setelah diseruput (aftertaste).

Menurut Atase Perdagangan RI Brussel, Lusyana Halmiati, masyarakat Eropa semakin tertarik dengan kopi specialty, seiring dengan meningkatnya tren kedai kopi specialty dan kebiasaan menyeduh kopi sendiri di rumah. “Sebagai pasar kopi terbesar di dunia dengan 24 persen konsumsi kopi global, Eropa membuka peluang yang besar bagi kopi Indonesia. Namun, secara umum kopi Indonesia belum terlalu dikenal luas dibandingkan kopi asal negara-negara produsen besar dunia lainnya,” kata Lusyana.

Perwakilan PT Imela Jaya, Melisa yang turut mengikuti pameran mengapresiasi Kementerian Perdagangan yang telah memfasilitasi partisipasi kopi Indonesia di WOC 2026. “WOC sangat penting untuk mendorong positioning kopi Indonesia di komunitas kopi global,” ujar Melisa.

Selain bisa mengeksplorasi rasa kopi Indonesia di Paviliun, para pengunjung pameran juga mengikuti sesi uji cita rasa (cupping session) di cupping room yang disediakan penyelenggara WOC 2026. Sesi uji cita rasa kopi Indonesia ini dihadiri sekitar 40 pengunjung, termasuk sejumlah pembeli potensial yang juga mengunjungi Paviliun Indonesia.

Lusyana menjelaskan, beberapa pembeli potensial yang mengunjungi Paviliun Indonesia mengapresiasi kesempatan untuk mencicipi berbagai jenis kopi dan cita rasa khas dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas berpandangan bahwa kopi Indonesia memiliki cita rasa yang seimbang, karakter yang khas, serta latar belakang cerita yang menarik. 

Dalam ajang WOC 2026, tiga perwakilan Indonesia turut berlaga di tiga kategori kompetisi kopi, yaitu World Brewers Cup, World Coffee Roasting Championship, dan World Coffee in Good Spirits Championship. Salah satu perwakilan Indonesia berhasil menduduki posisi lima besar di kategori World Coffee in Good Spirits Championship.

WOC diselenggarakan secara bergantian setiap tahun di berbagai kota besar di kawasan Eropa. Tahun ini, WOC diikuti 445 peserta pameran dan dihadiri sekitar 14.400 pengunjung dari 142 negara. Mayoritas pengunjung merupakan pelaku bisnis seperti roastery, pedagang, dan pemilik kedai kopi.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Belgia

Kopi termasuk komoditas ekspor terbesar Indonesia ke Belgia. Pada 2025, ekspor kopi Indonesia ke Belgia  yang mencapai USD 320 juta, sementara, ekspor kopi Indonesia ke Uni Eropa mencapai USD 752 juta. Total ekspor kopi Indonesia ke Belgia yang mencapai separuh dari total ekspor ke Uni Eropa memperlihatkan bahwa Belgia berperan sebagai hub ke pasar Eropa.

Total perdagangan Indonesia-Belgia pada Januari—Mei 2026 mencapai USD 878,2 juta. Ekspor Indonesia ke Belgia sebesar USD 689,9 juta dan impor dari Belgia sebesar USD 188,3 juta. Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 501,6 juta.

Sebelumnya, pada 2025, total perdagangan Indonesia-Belgia mencapai USD 2,41 miliar. Ekspor Indonesia ke Belgia tercatat USD 1,90 miliar. Sementara itu, impor Indonesia dari Belgia sebesar USD 505,8 juta. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 1,39 miliar. 

Ekspor utama Indonesia ke Belgia meliputi alas kaki; kopi, teh, rempah-rempah; besi dan baja; bahan bakar mineral; serta mesin dan peralatan listrik. Sementara itu, impor Indonesia dari Belgia di antaranya, yaitu susu, mentega, telur; mesin-mesin dan pesawat mekanik; bahan kimia organik; produk industri farmasi; serta plastik dan barang dari plastik.

                                                                                    --selesai--

Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan