Search

Dengarkan Berita Ini

Pacu Ekspor Makanan Berbasis Nabati, Kemendag Fasilitasi Penjajakan Bisnis UMKM ke Belanda

Den Haag, 27 Februari 2026 – Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Den Haag di Belanda memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) secara daring pada Kamis, (5/2) untuk produk gudeg kaleng dan santan olahan. Business matching ini mempertemukan pelaku usaha Indonesia, yaitu PT Risquna Dewaksara dan PT Aloe Vera Indonesia dengan importir Belanda Interaromat BV. Potensi transaksi dari business matching ini diperkirakan mencapai USD 150 ribu atau sekitar Rp2,50 miliar.

Atase Perdagangan RI Den Haag Annisa Hapsari menyatakan, business matching digelar untuk menindaklanjuti ketertarikan importir Belanda Interaromat BV terhadap produk makanan olahan. “Produk makanan berbasis nabati berpotensi menjangkau konsumen di Belanda yang tertarik dengan makanan etnik. Selain itu, minat terhadap produk olahan Indonesia menunjukkan adanya peluang untuk memperluas pasar ke Eropa,” ujar Annisa.

Annisa mengatakan akan terus memantau perkembangan dari business matching untuk memfasilitasi segala bentuk tindak lanjutnya. “Fasilitasi dan pendampingan terus dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ekspor produk makanan olahan Indonesia ke pasar Belanda,” ungkap Annisa.

Annisa juga meminta PT Risquna Dewaksara dan PT Aloe Vera Indonesia untuk mengirimkan contoh produk ke Belanda. Produk-produk tersebut akan dipamerkan di Rumah Pameran, atau Trade Display, pada Indonesia House Amsterdam di kota Amsterdam, Belanda. “Display produk tersebut sangat memudahkan pengenalan kepada buyer,” kata Annisa.

Ia mendorong para eksportir makanan dan minuman Indonesia untuk memanfaatkan peluang produk mamin berbasis nabati dan bernilai etnik untuk dijajaki di pasar Belanda dan Eropa. “Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperluas pasar mereka ke Eropa. Namun, tentunya produk-produk tersebut harus mampu memenuhi standar mutu, konsistensi pasokan, hingga kepatuhan terhadap regulasi impor pangan Uni Eropa,” urai Annisa.

Perwakilan dari PT Risquna Dewaksara Sirajudin Hasbi menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitasi yang diberikan Kementerian Perdagangan. “Kami berterima kasih atas fasilitasi yang telah diberikan, sehingga kami bisa memulai komunikasi dengan calon mitra di Belanda yang tertarik kepada produk kami,” ungkap perwakilan dari PT Risquna Dewaksara Sirajudin Hasbi.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Belanda

Pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Belanda mencapai USD 6,58 miliar. Nilai total ekspor Indonesia ke Belanda adalah USD 5,69 miliar dan impor Indonesia dari Belanda USD 888,24 juta. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Belanda sebesar USD 4,81 miliar. Komoditas ekspor Indonesia ke Belanda didominasi lemak dan minyak hewani maupun nabati, alas kaki, produk kimia, bahan kimia organik, serta mesin dan perlengkapan listrik.

Sementara itu, total perdagangan Indonesia dengan Belanda pada 2024 mencapai USD 5,73 miliar. Ekspor Indonesia ke Belanda mencapai USD USD 4,75 miliar dan impor Indonesia dari Belanda USD 984,51 juta. Indonesia surplus terhadap Belanda sebesar USD 3,77 miliar.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan