Search

Dengarkan Berita Ini

Luncurkan Webinar S’RASA Series, Kemendag Bahas Logistik dan Menu Unggulan untuk Perkuat Daya Saing Restoran Indonesia

Jakarta, 21 Juli 2026 – Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Webinar S'RASA Series I secara daring pada Selasa, 14 Juli 2026 bertema “Logistik dan Menu Lokomotif”. Webinar ini membahas dua aspek sebagai fondasi penting dalam meningkatkan daya saing restoran Indonesia di pasar global. Aspek pertama, yaitu pentingnya sistem logistik yang andal dalam menjamin ketersediaan bahan baku makanan Indonesia di luar negeri. Aspek kedua, yaitu keberadaan menu lokomotif atau menu unggulan yang mampu menjadi identitas restoran sekaligus mendorong penggunaan produk Indonesia secara konsisten.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mendukung jalannya Webinar S’RASA Series sebagai salah satu bentuk ekosistem terintegrasi dalam memperkuat restoran Indonesia di luar negeri. Menurutnya, webinar ini penting sebagai wadah sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan S'RASA. Webinar ini akan semakin mendukung implementasi Program S’RASA yang mempromosikan kuliner Nusantara di restoran-restoran Indonesia di berbagai belahan dunia.

“Webinar S'RASA Series I membahas pentingnya sistem logistik yang andal dalam menjamin ketersediaan bahan baku Indonesia di luar negeri serta strategi penyusunan menu lokomotif. Melalui Webinar S'RASA Series, kami ingin menghadirkan ruang berbagi pengetahuan yang dapat membantu pelaku usaha memperkuat kualitas layanan, memperluas penggunaan produk Indonesia, serta meningkatkan daya saing kuliner Indonesia di pasar internasional,” ujar Puntodewi.

Webinar S’RASA Series I diikuti perwakilan perdagangan RI di luar negeri serta pelaku usaha restoran Indonesia di berbagai negara yang tergabung dalam jejaring Program S'RASA. Hadir sebagai narasumber, yaitu Kepala Bagian Fulfillment dan Logistik SMESCO Indonesia, Dicky Indrawan yang memaparkan strategi penguatan sistem logistik untuk menjamin ketersediaan produk Indonesia di pasar internasional melalui pengelolaan rantai pasok dan efisiensi distribusi. Selain itu, Chef Ragil Imam Wibowo dari Komite Kuliner Indonesia membahas konsep menu lokomotif sebagai menu unggulan yang menjadi identitas restoran sekaligus mendorong penggunaan produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menambahkan, Webinar S'RASA Series dirancang sebagai media pembelajaran berkelanjutan bagi restoran Indonesia di luar negeri. Melalui seri-seri berikutnya, webinar akan terus mengangkat berbagai isu yang dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas restoran Indonesia di pasar internasional.

“Setiap seri pada Webinar S'RASA akan mengangkat isu-isu yang paling dibutuhkan oleh restoran Indonesia di luar negeri, mulai dari logistik, pengembangan menu, pemasaran, hingga penguatan kapasitas bisnis. Harapannya, restoran Indonesia tidak hanya mampu menyajikan cita rasa autentik, tetapi juga menjadi etalase bagi produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia di pasar global,” jelas Ari.

Program S'RASA dikembangkan melalui lima pilar utama, yaitu peningkatan kualitas menu dan standardisasi, logistik, pengembangan sumber daya manusia, promosi, serta pendanaan. Kelima pilar tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas restoran Indonesia di luar negeri sekaligus meningkatkan penggunaan produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia.

Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam, menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi yang terjalin dalam memperkuat ekosistem kuliner Indonesia di pasar global. Menurutnya, sinergi tersebut dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan restoran Indonesia di luar negeri sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi rempah, bumbu, dan produk pangan olahan Indonesia. Dengan semakin kuatnya ekosistem kuliner Indonesia di pasar internasional, daya saing produk pangan Indonesia juga akan semakin meningkat.

Selaras dengan Aziza, pemilik Restoran Amanah Mande di Jepang, Nurhanifah yang menjadi peserta webinar, mengapresiasi inisiatif Kemendag dan SMESCO Indonesia dalam memperkuat dukungan bagi pelaku usaha kuliner serta pemasok produk Indonesia. Ia berharap S’RASA semakin luas diimplementasikan agar mendukung perkembangan restoran Indonesia di pasar internasional.

“Kami berharap program ini dapat mendorong semakin banyak restoran Indonesia berkembang pesat di Jepang maupun di berbagai negara lainnya. Kami juga meyakini program ini akan memperluas akses pasar bagi rempah, bumbu, serta produk pangan olahan Indonesia,” ujar Nurhanifah.

--selesai--

Sumber: Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif

Disunting oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan


Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan