Search

Dengarkan Berita Ini

Hasilkan Realisasi Ekspor dan Peluang Transaksi, Business Matching ke Negeri Gingseng Semester I 2026 Berbuah Manis

Jakarta, 21 Juli 2026 – Kementerian Perdagangan mencatat, kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang difasilitasi Atase Perdagangan RI Seoul di Korea Selatan sepanjang semester I 2026 telah berbuah manis. Sebanyak 59 business matching menghasilkan realisasi ekspor produk unggulan Indonesia dan berbagai peluang transaksi yang terbuka untuk lebih banyak komoditas. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, business matching merupakan salah satu strategi mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial di luar negeri sekaligus mengawal proses penjajakan bisnis hingga menghasilkan transaksi. Kemendag pun terus memperluas jangkauan pasar ekspor Indonesia di pasar global, termasuk ke Korea Selatan.

Business matching menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pasar ekspor Indonesia. Melalui perwakilan perdagangan RI, pelaku usaha didampingi bertemu dengan calon-calon pembeli dalam proses negosiasi hingga realisasi transaksi. Kami harap, semakin banyak produk Indonesia yang mampu menembus pasar global dan Korea Selatan,” ujar Puntodewi.

Total 59 business matching yang terlaksana terdiri atas 12 kegiatan daring dan 47 kegiatan luring. Business matching secara luring diselenggarakan bertepatan dengan ASEAN Panorama pada 28–29 Mei 2026, Gongneung Forest Trail Coffee Festival pada 13–14 Juni 2026, serta Korea Import Expo pada 23–25 Juni 2026.

Upaya fasilitasi tersebut membuahkan hasil berupa realisasi ekspor sejumlah produk Indonesia ke Korea Selatan. Salah satunya, CV Hortindo Agrokencana Farm yang berhasil mengekspor crispy sweet potato stick kepada Family International Co., Ltd. dengan nilai USD 25.790 atau sekitar Rp462,7 juta. Selain itu, PT Indo Risakti merealisasikan ekspor produk furnitur kepada Dear Rounder Studio senilai USD 6.512 atau sekitar Rp116,83 juta.

“Minat pelaku usaha Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Selain menghasilkan realisasi ekspor, sejumlah business matching yang kami fasilitasi juga telah memasuki tahap negosiasi lanjutan. Kami akan terus mengawal komunikasi antara eksportir Indonesia dan buyer agar peluang tersebut dapat segera terealisasi menjadi transaksi,” tutur Atase Perdagangan RI Seoul Roesfitawati.

Roesfitawati menambahkan, selain menghasilkan realisasi ekspor, business matching juga membuka peluang transaksi untuk berbagai komoditas strategis Indonesia. Saat ini, sejumlah penjajakan bisnis telah memasuki tahap negosiasi lanjutan dengan calon pembeli di Korea Selatan.

Salah satu peluang tersebut berasal dari produk berbasis kayu. Perusahaan Korea Selatan, DSP Co., Ltd., saat ini tengah menunggu pengiriman sampel wood powder (serbuk kayu) dan wood pellet dari Indonesia sebagai tindak lanjut proses business matching.

Roesfitawati juga memfasilitasi business matching di sektor perikanan setelah Samsung Welstory menyampaikan permintaan untuk produk braided frozen shrimp dan frozen squid. Sementara itu, importir Korea Selatan, Yujin Co., Ltd., yang telah lebih dari 15 tahun mengimpor keripik singkong Indonesia untuk jaringan restoran Kyochon, kini tengah menjajaki kerja sama dengan UKM PT Pareto Estu Guna untuk pengadaan berbagai varian produk keripik Indonesia. 

“Kepercayaan buyer Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus meningkat. Hal ini terlihat dari adanya importir yang tidak hanya mempertahankan kerja sama jangka panjang, tetapi juga mulai menjajaki produk-produk baru dari Indonesia. Kami akan terus memanfaatkan momentum ini untuk mendorong diversifikasi ekspor dan memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha Indonesia,” ujar Roesfitawati.

Sementara itu, perwakilan CV Hortindo Agrokencana Farm, Ahmad Hadi R., mengungkapkan, pendampingan yang diberikan Kemendag sangat membantu perusahaannya memasuki pasar Korea Selatan. Menurutnya, fasilitasi yang diberikan tidak hanya mempertemukan perusahaannya dengan calon pembeli, tetapi juga mendampingi proses penjajakan bisnis hingga menghasilkan transaksi.

“Kami sangat terbantu karena dipertemukan dengan buyer di Korea Selatan dan terus didampingi hingga berhasil memperoleh pesanan. Terima kasih atas pendampingan dan kesempatan untuk diperkenalkan kepada calon pembeli baru. Kami berharap dapat terus difasilitasi mengikuti pameran makanan di Korea Selatan agar semakin banyak peluang pasar yang dapat dijangkau,” ujar Harry.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan