Gelar Business Networking dengan Lima Negara, Kemendag Kembali Jembatani Pelaku Usaha dengan Negara Mitra
Jakarta, 22 Juni 2026 – Kementerian Perdagangan kembali menggelar jejaring bisnis (business networking) yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli (buyer) dari lima negara yaitu Meksiko, Cili, Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair. Pertemuan tersebut menghadirkan tiga pelaku usaha Indonesia, yaitu PT Oneject Indonesia, PT Kopi Dalam Negeri/Java Sisters Vanilla, dan CV Anugerah Ciptakan Eka Harapan (ACEH Food).
Pada acara tersebut, hadir perwakilan dari Kedutaan Besar Meksiko, Cili, Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair. Business networking digelar di Ruang Permanent Trade Exhibition Kemendag, Jakarta pada Kamis, (18/6). Turut hadir Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, Fekadu Beyene Aleka.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, dalam kesempatan terpisah menyampaikan, hadirnya perwakilan dari kawasan Afrika dan Amerika Latin sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperluas tujuan ekspor Indonesia ke pasar nontradisional sekaligus memaksimalkan perjanjian dagang yang ada.
“Selain memperluas jejaring bisnis, kami harap kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia dengan negara mitra. Pelaku usaha pun dapat memanfaatkan akses pasar agar lebih optimal. Dengan begitu, daya saing produk Indonesia di pasar global dapat meningkat,” ujar Puntodewi.
Selaras dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Nugroho menekankan pentingnya kawasan Amerika Latin sebagai salah satu pasar potensial bagi produk Indonesia. Menurutnya, kehadiran perwakilan Meksiko dan Cili dalam business networking ini membuka peluang pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan akses pasar yang telah tersedia melalui kerja sama perdagangan.
Indonesia dan Cili telah memiliki Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Perjanjian ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Cili maupun kawasan Amerika Latin. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah alat kesehatan.
“Pemanfaatan IC-CEPA tidak hanya membuka peluang peningkatan ekspor Indonesia ke Cili, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk ke kawasan Amerika Latin. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar, preferensi konsumen, dan ketentuan perdagangan yang berlaku agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Bayu.
Sementara itu, Bayu optimistis kehadiran Meksiko dalam business networking kali ini menjadi langkah awal untuk membangun jejaring bisnis sekaligus memetakan kebutuhan dan preferensi pasar di negara tersebut. Posisi Meksiko yang strategis dalam rantai pasok global menjadikannya salah satu pintu masuk potensial bagi Indonesia. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menembus rantai produksi berbagai produk bernilai tambah ke Amerika Serikat.
Peluang Ekspansi Produk Indonesia di Kawasan Afrika
Di sisi lain, kehadiran tiga delegasi dari kawasan Afrika, yaitu Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair, membuka ruang khusus bagi penetrasi produk unggulan Indonesia. Sejumlah sektor prospektif di ketiga negara tersebut, antara lain, alat kesehatan, vanili, dan makanan ringan.
Pada sesi presentasi produk, PT Oneject Indonesia memaparkan kapasitas produksi dan inovasi alat kesehatan berstandar internasional. Produk-produk ini didorong untuk menjawab kebutuhan penguatan sistem kesehatan di sejumlah negara Afrika. Sementara itu, PT Kopi Dalam Negeri/Java Sisters Vanilla memperkenalkan produk vanili organik unggulan berorientasi ekspor yang telah mendapat perhatian dari pasar Nigeria. Kemudian, CV Anugerah Ciptakan Eka Harapan (ACEH Food) menampilkan berbagai produk makanan ringan olahan yang berpotensi memenuhi kebutuhan konsumen di pasar Afrika.
Perwakilan PT Oneject Indonesia, Dimas Aryo Pratomo menyampaikan, business networking memberinya kesempatan bertemu langsung dengan berbagai perwakilan negara asing. Hal ini bermanfaat bagi perluasan jaringan perusahaan. “Partisipasi kami kali ini adalah yang kedua kalinya. Kami lihat, perwakilan negara sahabat yang hadir semakin bervariasi. Kami harap, kegiatan ini terus berkembang dan dapat mengundang lebih banyak kedutaan besar baik dari negara berkembang maupun maju,” ujar Dimas.
Senada, perwakilan dari Java Sisters Vanilla, Fayadh, juga menyambut baik inisiatif business networking yang diintegrasikan dengan pemanfaatan platform InaExport ini. Ia menilai, kegiatan ini memberikan ruang yang efektif bagi para pelaku usaha untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional.
“Kegiatan business networking hari ini sangat menarik, berjalan singkat, padat, dan jelas. Kami berharap, Java Sisters Vanilla dapat segera berkolaborasi dengan kedutaan-kedutaan besar yang hadir. Kami juga mengapresiasi upaya InaExport dan berharap langkah fasilitasi yang sudah sangat baik ini dapat terus dilanjutkan,” ungkap Fayadh.
Apresiasi serupa juga datang dari sektor industri makanan ringan. Perwakilan ACEH Food, Adi, mengungkapkan antusiasmenya dalam keikutsertaan perdana untuk mempresentasikan produknya secara langsung di hadapan delegasi yang hadir dari lima negara.
“Pengalaman ini merupakan yang pertama bagi kami untuk mempresentasikan produk secara langsung dengan tujuan go-global. Kami mengapresiasi fasilitasi yang diberikan karena melalui kegiatan ini kami dapat bertemu dengan buyer potensial dari para undangan yang hadir,” pungkas Adi.
---selesai--
Sumber: Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor
Disunting oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan