Buyer Arab Saudi Kunjungi Perusahaan Tekstil di Jakarta dan Bandung, Tindak Lanjuti Business Matching Daring
Buyer Arab Saudi Kunjungi Perusahaan Tekstil di Jakarta dan Bandung,
Tindak Lanjuti Business Matching Daring
Jeddah, 10 Agustus 2026 – Salah satu perusahaan Arab Saudi, Al Nahar United Trading, mengunjungi sejumlah perusahaan tekstil di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat pada 3—6 Agustus 2026. Perusahaan tersebut meninjau fasilitas produksi dan menjajaki kerja sama lanjutan untuk produk kain yang digunakan untuk membuat abaya, kerudung, dan nikab.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menekankan, kunjungan buyer Arab Saudi ke Indonesia merupakan sinyal positif kepercayaan pasar internasional terhadap produk-produk manufaktur lokal. Menurutnya, buyer ingin membuktikan sendiri kualitas tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia.
“Kunjungan calon pembeli ke lokasi produksi merupakan tahapan penting untuk membangun kepercayaan pasar global terhadap produk-produk Indonesia. Kesempatan ini memungkinkan calon pembeli memahami kualitas produk ekspor Indonesia. Kegiatan ini sekaligus mempercepat realisasi transaksi dari penjajakan business-to-business,” kata Puntodewi.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut penjajakan bisnis (business matching) daring yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah pada 13 Juli 2026. Kegiatan tersebut mencatatkan potensi transaksi senilai USD 411,02 ribu atau sekitar Rp8,26 miliar.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, mengatakan, kunjungan calon pembeli Arab Saudi ke Indonesia merupakan bukti nyata efektivitas pendekatan business matching dari pertemuan daring menjadi penjajakan secara langsung. Kemendag pun mendorong setiap kegiatan penjajakan bisnis menghasilkan tindak lanjut yang konkret.
“Potensi transaksi daring pada 13 Juli 2026 lalu menunjukkan produk tekstil Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar Timur Tengah. Kemendag akan terus memperkuat kolaborasi dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk membuka lebih banyak peluang ekspor melalui penjajakan bisnis yang terarah dan berbasis kebutuhan pasar,” kata Deden.
Kepala ITPC Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan, kunjungan ini menjadi momentum penting karena calon pembeli dapat melihat langsung proses produksi, sistem pengendalian mutu, hingga kesiapan perusahaan Indonesia dalam memenuhi permintaan ekspor secara berkelanjutan. “Kami optimis kerja sama ini akan terus berkembang dan membuka peluang transaksi lainnya,” kata Bagas.
General Manager Al Nahar United Trading, Mohammed Thabit, mengapresiasi fasilitasi Kemendag selama proses penjajakan bisnis hingga kunjungan ke Indonesia. Ia juga menyampaikan kesan positif atas kualitas produk TPT Indonesia. “Kami terkesan dengan kualitas produk tekstil Indonesia yang sangat baik serta harganya yang kompetitif. Kami berharap dapat terus menggunakan produk Indonesia dan membangun hubungan kerja sama jangka panjang dengan para mitra di Indonesia,” kata Mohammed.
Al Nahar United Trading merupakan perusahaan perdagangan dan manufaktur asal Arab Saudi yang telah beroperasi sejak 2007. Perusahaan ini mengoperasikan dua pabrik di Arab Saudi, satu pabrik di Uni Emirat Arab, dan memiliki lebih dari 40 gerai ritel yang tersebar di Arab Saudi. Selama ini, kebutuhan bahan baku tekstil perusahaan tersebut sebagian besar dipenuhi melalui impor dari Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Namun, seiring meningkatnya minat terhadap produk tekstil Indonesia, perusahaan mulai menjajaki peluang dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu sumber pasokan baru bagi kebutuhan produksinya.
Salah satu perusahaan yang dikunjungi Al Nahar United Trading adalah PT Inno Jaya Tekstil di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sales and Marketing Director PT Inno Jaya Tekstil, Shyam Krishna, menyampaikan, kunjungan langsung calon pembeli memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan kualitas produk dan kapabilitas produksi secara menyeluruh.
“Melalui kunjungan ini, calon pembeli dapat melihat secara langsung proses produksi, standar kualitas, hingga kemampuan kami dalam memenuhi spesifikasi yang mereka butuhkan. Kami berharap, kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang menunjukkan bahwa produk tekstil Indonesia mampu bersaing dengan negara lain,” pungkas Shyam.
Sekilas Perdagangan Indonesia-Arab Saudi
Pada Januari—Juni 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD 1,68 miliar. Pada periode tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi adalah sebesar USD 1,02 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi adalah USD 665,10 juta.
Sementara itu, pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD 3,94 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi adalah USD 2,89 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD 1,06 miliar. Indonesia surplus nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD 1,82 miliar.
Pada 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi terbesar, antara lain, kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi, antara lain, garam, belerang, dan kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik, berbagai produk kimia, dan buah-buahan.
--selesai--
Sumber: Indonesia Trade Promotion Center Jeddah
Disunting oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan