Boga Bahari Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp522 Miliar di Conxemar 2026, Perkuat Peluang Ekspor ke Eropa
Boga Bahari Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp522 Miliar
di Conxemar 2026, Perkuat Peluang Ekspor ke Eropa
Barcelona, 30 Oktober 2026 – Produk perikanan Indonesia, khususnya tuna dan gurita, berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 29,21 juta atau setara Rp522 miliar dalam pameran internasional Conxemar 2026. Pameran tersebut berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Instituto Feiral de Vigo (IFEVI), Vigo, Spanyol.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona, Sri Haryanti menyampaikan, partisipasi Indonesia dalam Conxemar 2026 menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk perikanan nasional sekaligus memperluas jejaring perdagangan di pasar internasional. Produk perikanan Indonesia mendapatkan respons positif dari buyer berbagai negara, tidak hanya dari Eropa, tetapi juga Asia, Amerika, dan Timur Tengah.
“Capaian Rp522 miliar menunjukkan, produk perikanan Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Minat dari calon pembeli berbagai kawasan menjadi modal penting untuk memperkuat promosi dan memperluas akses pasar produk perikanan nasional,” ujar Sri.
Conxemar 2026 diikuti 835 peserta pameran dari berbagai negara dan menarik 31.374 pengunjung yang terdiri atas importir, distributor, pedagang grosir, produsen, serta profesional industri perikanan. Peserta pameran berasal dari sejumlah negara produsen dan pemasok utama produk perikanan, antara lain Tiongkok, India, Vietnam, Maroko, Ekuador, dan Malaysia, serta negara-negara Uni Eropa.
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menghadirkan lima perusahaan pemasok (supplier) produk makanan laut (seafood) Indonesia, yaitu PT Tirta Bitung Bahari, PT Siger Jaya Abadi, CV Djakarta Mina Bahari, Frozen Fish, dan Trade Solutions. Produk yang dipromosikan meliputi beragam produk perikanan beku, antara lain tuna, ikan tenggiri, ikan todak (swordfish), cakalang, sotong, cumi-cumi, ikan mahi-mahi, kakap merah, dan gurita. Selain itu, ditampilkan pula produk daging rajungan kalengan.
Sri menegaskan, ITPC Barcelona akan menindaklanjuti minat calon mitra dagang melalui fasilitasi komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan eksportir Indonesia. Ia menyebut, langkah ini diperlukan agar peluang bisnis yang terbentuk selama pameran dapat berkembang menjadi transaksi berkelanjutan.
“ITPC Barcelona siap memfasilitasi tindak lanjut kerja sama agar peluang bisnis dapat berkembang menjadi transaksi ekspor yang berkelanjutan,” ungkap Sri.
Sri menambahkan, untuk mengoptimalkan peluang eksportir perlu memastikan produknya memenuhi ketentuan pasar Uni Eropa, termasuk persyaratan kesehatan, keamanan pangan, sertifikasi, dan persetujuan fasilitas produksi. Pemenuhan standar tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga akses pasar dan membangun kepercayaan pembeli.
“Pelaku usaha perlu memastikan konsistensi mutu dan kepatuhan terhadap ketentuan negara tujuan agar dapat memanfaatkan peluang pasar secara berkelanjutan,” imbuh Sri.
Respons positif terhadap produk perikanan Indonesia dirasakan langsung pelaku usaha. Marketing Manager PT Tirta Bitung Bahari, Rini Handayani, menilai Conxemar 2026 memberikan kesempatan untuk memperkenalkan potensi produk tuna dan gurita Indonesia sekaligus membangun hubungan bisnis dengan calon mitra di Eropa. “Keseriusan buyer sangat besar, bahkan beberapa di antaranya telah menjadwalkan kunjungan langsung ke pabrik kami,” tutur Rini.
Kinerja ekspor sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai USD 6,27 miliar atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus ke Uni Eropa, ekspor tercatat sebesar USD 451,72 juta, meningkat 9 persen. Sementara itu, secara nasional, ekspor cumi, sotong, dan gurita mencapai USD889,73 juta, sedangkan tuna dan cakalang sebesar USD1,04 miliar.
Potensi pasar produk perikanan Indonesia juga tercermin dari hubungan perdagangan dengan Spanyol. Pada Januari—Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD 1,84 miliar. Ekspor Indonesia ke Spanyol adalah USD 1,19 miliar dan impor Indonesia dari Spanyol adalah USD 651,8 juta. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD 2,63 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Spanyol adalah USD 1,80 miliar dan impor Indonesia dari Spanyol USD 827,1 juta.
Pada 2025 ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol terbesar antara lain minyak kelapa sawit, pasta kakao, ikan olahan, kopi olahan, dan minyak kelapa. Sementara itu impor nonmigas Indonesia dari Spanyol, antara lain, minyak zaitun, ikan beku, ekstrak nabati, daging beku, dan daging babi beku.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona, Sri Haryanti menyampaikan, partisipasi Indonesia dalam Conxemar 2026 menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk perikanan nasional sekaligus memperluas jejaring perdagangan di pasar internasional. Produk perikanan Indonesia mendapatkan respons positif dari buyer berbagai negara, tidak hanya dari Eropa, tetapi juga Asia, Amerika, dan Timur Tengah.
“Capaian Rp522 miliar menunjukkan, produk perikanan Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Minat dari calon pembeli berbagai kawasan menjadi modal penting untuk memperkuat promosi dan memperluas akses pasar produk perikanan nasional,” ujar Sri.
Conxemar 2026 diikuti 835 peserta pameran dari berbagai negara dan menarik 31.374 pengunjung yang terdiri atas importir, distributor, pedagang grosir, produsen, serta profesional industri perikanan. Peserta pameran berasal dari sejumlah negara produsen dan pemasok utama produk perikanan, antara lain Tiongkok, India, Vietnam, Maroko, Ekuador, dan Malaysia, serta negara-negara Uni Eropa.
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menghadirkan lima perusahaan pemasok (supplier) produk makanan laut (seafood) Indonesia, yaitu PT Tirta Bitung Bahari, PT Siger Jaya Abadi, CV Djakarta Mina Bahari, Frozen Fish, dan Trade Solutions. Produk yang dipromosikan meliputi beragam produk perikanan beku, antara lain tuna, ikan tenggiri, ikan todak (swordfish), cakalang, sotong, cumi-cumi, ikan mahi-mahi, kakap merah, dan gurita. Selain itu, ditampilkan pula produk daging rajungan kalengan.
Sri menegaskan, ITPC Barcelona akan menindaklanjuti minat calon mitra dagang melalui fasilitasi komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan eksportir Indonesia. Ia menyebut, langkah ini diperlukan agar peluang bisnis yang terbentuk selama pameran dapat berkembang menjadi transaksi berkelanjutan.
“ITPC Barcelona siap memfasilitasi tindak lanjut kerja sama agar peluang bisnis dapat berkembang menjadi transaksi ekspor yang berkelanjutan,” ungkap Sri.
Sri menambahkan, untuk mengoptimalkan peluang eksportir perlu memastikan produknya memenuhi ketentuan pasar Uni Eropa, termasuk persyaratan kesehatan, keamanan pangan, sertifikasi, dan persetujuan fasilitas produksi. Pemenuhan standar tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga akses pasar dan membangun kepercayaan pembeli.
“Pelaku usaha perlu memastikan konsistensi mutu dan kepatuhan terhadap ketentuan negara tujuan agar dapat memanfaatkan peluang pasar secara berkelanjutan,” imbuh Sri.
Respons positif terhadap produk perikanan Indonesia dirasakan langsung pelaku usaha. Marketing Manager PT Tirta Bitung Bahari, Rini Handayani, menilai Conxemar 2026 memberikan kesempatan untuk memperkenalkan potensi produk tuna dan gurita Indonesia sekaligus membangun hubungan bisnis dengan calon mitra di Eropa. “Keseriusan buyer sangat besar, bahkan beberapa di antaranya telah menjadwalkan kunjungan langsung ke pabrik kami,” tutur Rini.
Kinerja ekspor sektor kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai USD 6,27 miliar atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus ke Uni Eropa, ekspor tercatat sebesar USD 451,72 juta, meningkat 9 persen. Sementara itu, secara nasional, ekspor cumi, sotong, dan gurita mencapai USD889,73 juta, sedangkan tuna dan cakalang sebesar USD1,04 miliar.
Potensi pasar produk perikanan Indonesia juga tercermin dari hubungan perdagangan dengan Spanyol. Pada Januari—Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD 1,84 miliar. Ekspor Indonesia ke Spanyol adalah USD 1,19 miliar dan impor Indonesia dari Spanyol adalah USD 651,8 juta. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD 2,63 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Spanyol adalah USD 1,80 miliar dan impor Indonesia dari Spanyol USD 827,1 juta.
Pada 2025 ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol terbesar antara lain minyak kelapa sawit, pasta kakao, ikan olahan, kopi olahan, dan minyak kelapa. Sementara itu impor nonmigas Indonesia dari Spanyol, antara lain, minyak zaitun, ikan beku, ekstrak nabati, daging beku, dan daging babi beku.
--selesai--