Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri selaku Alternate ASEAN Co-Chair memimpin Pertemuan ke-5 Para Menteri Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang berlangsung di Pasay City, Filipina, Senin (21 Sep).
Dalam pertemuan, para menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan ekonomi global dan regional serta dampaknya terhadap perdagangan, investasi, dan integrasi ekonomi di kawasan.
Indonesia menekankan pentingnya memperkuat implementasi dan pemanfaatan RCEP agar dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, termasuk UMKM. Untuk itu, Indonesia mendorong peningkatan sosialisasi RCEP guna membangun kesadaran dan mendorong pelaku usaha memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia melalui perjanjian tersebut. Indonesia terus mendorong RCEP yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh dunia usaha dan masyarakat di kawasan.
Salah satu agenda penting pertemuan yaitu para Menteri RCEP telah menyetujui rekomendasi RCEP Joint Committee (RJC) untuk membentuk ad hoc Accession Working Group (AWG) bagi Bangladesh; Chile; Hong Kong, China; dan Sri Lanka.
Pertemuan turut mencatat kemajuan pembentukan Sekretariat RCEP permanen dan mendorong RJC untuk melanjutkan pembahasan Term of Reference (TOR) serta persiapan lainnya.
Turut mendampingi Wamendag Roro, Direktur Perundingan ASEAN Nugraheni Prasetya Hastuti. Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha bertindak selaku Ketua Delegasi Indonesia.