Search

Sosialisasi Trade Expo Indonesia ke-41 untuk Zona Kawasan Industri

  Dengarkan Berita Ini


Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi didampingi Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid menghadiri Sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 untuk Zona Kawasan Industri, di Jakarta, Kamis (18 Jun).

Acara ini diikuti oleh para pengelola Kawasan Industri dari seluruh Indonesia, di antaranya Direktur Eksekutif Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), perwakilan Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, serta perwakilan PT Debindo Multi Adiwasti selaku penyelenggara TEI ke-41.

Dirjen PEN menegaskan bahwa di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, kinerja ekspor Indonesia tetap solid. Pada 2025, nilai ekspor nonmigas mencapai USD 269,84 miliar dengan surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD 60,75 miliar. Lebih dari 80% ekspor nasional berasal dari sektor manufaktur dengan nilai USD 133,55 miliar, mencerminkan transformasi ekspor Indonesia yang makin bernilai tambah dan berdaya saing global.

Kemendag mengajak para pengelola kawasan industri memanfaatkan zona khusus kawasan industri di Hall 7 TEI 2026 sebagai etalase investasi Indonesia. Pengelola kawasan industri didorong menampilkan proposal investasi, profil proyek, dan kisah sukses tenant untuk menunjukkan kesiapan kawasan industri Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global.

Sesi diskusi dan tanya jawab menghadirkan Direktur Pengembangan Promosi BKPM, Rahmat Yulianto, serta perwakilan Debindo yang memaparkan mekanisme partisipasi, fasilitas peserta, dan strategi promosi investasi di TEI ke-41. Keterlibatan berbagai kementerian dan asosiasi industri mencerminkan sinergi pemerintah dalam menjadikan TEI sebagai platform yang menghubungkan perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis global.

Trade Expo Indonesia ke-41 akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City. Melalui penyelenggaraan ini, Kemendag menargetkan peningkatan transaksi dagang sekaligus menarik investasi baru guna memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi, pusat distribusi, dan hub ekspor di kawasan.