Menteri Perdagangan, Budi Santoso menerima audiensi Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21 Juli). Pertemuan ini membahas penguatan perdagangan dan pengembangan potensi ekonomi Kalimantan Utara.
Pada pertemuan tersebut, dibahas upaya meningkatkan nilai tambah kayu hasil limbah bekas pemotongan pohon di Kalimantan Utara menjadi produk furnitur dan mebel. Pengembangan produk olahan kayu tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk Kalimantan Utara di pasar yang lebih luas, hingga masuk pasar ekspor.
Selain itu, pertemuan juga membahas penguatan pengawasan barang beredar dan metrologi legal di Kalimantan Utara. Gubernur Kalimantan Utara menyatakan bahwa sekiranya kehadiran Unit Pelaksana Teknis (UPT) metrologi legal diharapkan dapat mendukung tertib ukur, melindungi konsumen, serta menciptakan iklim perdagangan yang lebih tertib, khususnya di wilayah Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Mendag Busan mendorong perluasan akses pasar bagi produk unggulan Kalimantan Utara melalui penjajakan bisnis (business matching), khususnya untuk komoditas hasil perikanan laut. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan dengan Malaysia.
Pada kesempatan ini, Mendag didampingi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan; Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang; dan Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ari Satria.