Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti menerima kunjungan Wakil Menteri Perdagangan Maroko, Omar Hejira di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (9 Jul).
Pertemuan bilateral ini membahas penguatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi serta mendorong keterlibatan sektor swasta yang lebih kuat. Indonesia dan Maroko memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi, Indonesia menyediakan akses ke pasar ASEAN, sementara Maroko berfungsi sebagai pintu gerbang penting ke Afrika, Eropa, dan wilayah Mediterania.
Wamendag Roro menyampaikan bahwa penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) tentang produk halal menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama kedua negara. Pemerintah juga berharap perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) dapat segera dilanjutkan agar akses pasar semakin terbuka dan peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia dan Maroko semakin luas.
Selain itu, Wamendag Roro juga mengundang pelaku usaha Maroko untuk dapat berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten pada 14—18 Oktober 2026. Pameran ini diharapkan menjadi sarana bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperluas jejaring bisnis dan menjajaki peluang kerja sama.
Kedua pihak sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain melalui pembaruan kerangka kerja sama perdagangan, penguatan implementasi kerja sama halal, dan penyelenggaraan forum bisnis.
Pada kesempatan ini, Wamendag didampingi oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Johni Martha dan Direktur Perundingan Bilateral, Basaria Tiara.