Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti secara resmi menutup Indonesian Halal Brands & Food Expo (IHBF) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu (31 Mei).
Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara sehingga peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia semakin luas.
Wamendag Roro menambahkan, potensi ekonomi dari produk halal terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari kinerja ekspor produk halal Indonesia yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai USD 63,42 miliar, sementara impor produk halal sebesar USD 12,24 miliar.
Untuk mendukung pelaku usaha memasuki pasar ekspor, Kemendag menyediakan berbagai sarana dan layanan pendampingan. Pelaku usaha dapat memanfaatkan platform digital Inaexport sebagai etalase produk Indonesia di pasar internasional. Selain itu, mereka juga dapat memperoleh pendampingan melalui Export Center yang saat ini telah hadir di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.
Wamendag Roro juga turut mengundang para pelaku usaha dan produsen produk halal Indonesia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026. Melalui pameran ini, produk-produk halal Indonesia diharapkan semakin dikenal dan dipercaya oleh pasar global.
Kegiatan IHBF 2026 juga dimeriahkan dengan parade fesyen dan Modest Wear Design Competition (MWDC) yang diikuti oleh para desainer lokal.