Search

Mendag Meninjau Harga dan Stok Bapok di Pasar Kebon Roek Mataram, Nusa Tenggara Barat

  Dengarkan Berita Ini


Menteri Perdagangan, Budi Santoso meninjau harga dan stok barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Kebon Roek Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (5 Nov). Peninjauan bapok ini untuk memastikan bapok di Provinsi NTB terkendali jelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Mendag mengatakan, sebagian besar bapok di Pasar Kebon Roek dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Di antara cukupnya pasokan berbagai komoditas, Mendag menyoroti peran surplus pasokan cabai dan telur ayam di Mataram dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut Mendag Busan, surplus cabai dan telur di Kota Mataram dapat dioptimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan di daerah lain dengan keterbatasan pasokan sebagai upaya pengendalian harga. Langkah menjaga keseimbangan pasokan dan harga antardaerah ini telah dilakukan melalui fasilitasi pengiriman tujuh ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara pada 30 Oktober 2026.

Tinjauan Mendag Busan jelang Nataru sekaligus menjadi upaya menyinergikan stabilisasi harga dan pasokan bapok. Mendag pun menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bapok melalui pemantauan harga dan penguatan koordinasi antardaerah.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri; Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim; Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal S. Shofwan; dan Direktur Bina Pasar Dalam Negeri, Miftah Farid.

.