Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Republik Persatuan Tanzania, Merangkap Republik Rwanda, Republik Burundi dan East African Community, Tri Yogo Jatmiko di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (3 Ags).
Pertemuan tersebut membahas mengenai persiapan kunjungan delegasi pelaku usaha dari Tanzania, Rwanda, dan Burundi pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 serta penjajakan penguatan kerja sama kelembagaan antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dengan Tanzania Trade Development Authority/TanTrade.
Dirjen PEN menyambut baik rencana penjajakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tanzania Trade Development Authority (TanTrade) sebagai bentuk penguatan hubungan ekonomi dan promosi perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tanzania.
Pada kesempatan ini, Dubes Tri Yogo Jatmiko juga menyampaikan bahwa KBRI telah melakukan sosialisasi TEI 2026 kepada pelaku usaha Tanzania, Rwanda, dan Burundi dengan hasil sebanyak 60 buyers/pelaku usaha menyatakan minat untuk hadir pada TEI 2026.
Tanzania merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua di wilayah Afrika Timur (setelah Djibouti) dengan nilai ekspor 2025 sebesar USD 354.7 juta dan pada periode Januari—Mei 2026 mencapai USD 151,41 juta.
Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid dan Politic and Social Affairs KBRI Dar es Salaam, Michaila Shahnez.