Manfaatkan Spring Fair 2026, Kemendag Bawa UMKM Perempuan Bidik Ritel Inggris
Birmingham, 3 Februari 2026 – Kementerian Perdagangan RI memfasilitasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang digawangi perempuan untuk tampil di ajang Spring Fair 2026. Sembilan jenama Tanah Air yang dimiliki perempuan-perempuan Indonesia sebagai ujung tombaknya ini menampilkan produk fesyen, aksesori, tekstil, garmen, hingga dekorasi rumah (home décor). Pameran ini berlangsung pada 1–4 Februari 2026 di Birmingham, Inggris.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan, Spring Fair 2026 menjadi langkah strategis untuk membidik pembeli dari kalangan ritel Inggris. Terlebih, pameran tersebut telah menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing UMKM perempuan Indonesia di pasar global.
“Partisipasi di Spring Fair 2026 membuka peluang kemitraan bisnis jangka panjang, khususnya untuk membidik pasar ritel di Inggris dan Eropa. Keikutsertaan ini juga membuka peluang transaksi dagang sekaligus memperkuat kapasitas UMKM perempuan dalam memenuhi standar pasar internasional,” ujar Puntodewi.
Kesembilan jenama unggulan Indonesia dalam Paviliun Indonesia di Spring Fair 2026, yaitu Sakombu, Long Story Short, Salam Rancage, Terima Kasih Kembali, Dcraft, Millsportid, Pan Brothers, Arifahstudio, dan Homewaregroup. Produk-produk yang ditampilkan menonjolkan kualitas, desain inovatif, dan nilai keberlanjutan.
Partisipasi Indonesia pada Spring Fair 2026 merupakan hasil kolaborasi Kemendag, Kedutaan Besar RI London, International Trade Centre (ITC) melalui program SheTrades, serta didukung mitra-mitra strategis nasional. Puntodewi menekankan, pameran ini membuka peluang konkret bagi produk Indonesia untuk masuk ke jaringan ritel Inggris, baik ritel besar maupun independen.
Puntodewi juga menyebutkan, peran UMKM perempuan sangat signifikan dalam struktur ekonomi Indonesia. Lebih dari 70 persen UMKM yang menjadi penggerak utama ekonomi rakyat dan sektor ekonomi kreatif nasional dikelola oleh perempuan.
“Kami harap, partisipasi Indonesia pada lebih banyak pameran internasional semakin memperkuat kontribusi ekspor UMKM sekaligus meningkatkan peran UMKM perempuan sebagai motor penggerak perdagangan inklusif,” jelas Puntodewi.
Duta Besar RI untuk Inggris, Irlandia, dan International Maritime Organization, Desra Percaya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperluas akses global bagi UMKM perempuan Indonesia. “Sinergi pemerintah, lembaga internasional, dan mitra strategis memastikan UMKM perempuan Indonesia memiliki akses yang lebih luas untuk tumbuh dan bersaing di pasar global,” ujarnya.
Spring Fair 2026 adalah salah satu pameran dagang ritel terbesar di Inggris yang mempertemukan jenama global dengan buyer potensial. Pameran ini diikuti lebih dari 38.000 pembeli dan pelaku industri ritel, serta menghadirkan ribuan pemasok ritel dari berbagai negara.
Menurut Atase Perdagangan RI London Ayu Siti Maryam, pameran skala besar dengan kehadiran jaringan ritel yang luas ini menjadikan Spring Fair 2026 salah satu hub transaksi ritel internasional paling strategis. “UMKM perempuan Indonesia tidak hanya dapat memperluas akses pasar ke jaringan ritel luar negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk kreatif bernilai tambah tinggi di pasar internasional,” ujar Ayu.
Selain itu, Ayu menambahkan, partisipasi pada pameran ini sekaligus menjadi strategi nation branding produk Indonesia di pasar global. “Upaya ini sekaligus menjadi sarana membangun citra produk Indonesia sebagai produk berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” imbuh Ayu.
Syarifah, pemilik Arifahstudio, mengaku senang dapat bergabung sebagai peserta pameran pada Paviliun Indonesia dalam ajang Spring Fair di Inggris. Ia menilai Spring Fair merupakan pameran dagang berskala besar di Inggris yang memberikan peluang luas bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pasar. Melalui keikutsertaannya dalam pameran tersebut, Syarifah mengungkapkan telah memperoleh sejumlah kontak pembeli potensial yang dinilai menguntungkan bagi pengembangan usahanya.
Pada Januari—November 2025, total perdagangan Indonesia dan Inggris tercatat sebesar USD 2,41 miliar. Ekspor Indonesia tercatat USD 1,43 miliar dan impornya USD 973,20 juta. Sementara itu, pada 2024, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 2,78 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 1,81 miliar dan impornya USD 978,80 juta.
Ekspor utama Indonesia ke Inggris termasuk produk besi dan baja, alas kaki, mesin dan peralatan listrik, kayu dan produk kayu, serta pesawat mekanik. Sedangkan, impor Indonesia dari Inggris didominasi mesin-mesin dan pesawat mekanik, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, perangkat optik, serta produk industri farmasi.
--selesai--