Asa Ekspor UMKM dari Ruang Tamu Pilihan Busan
Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026 – “Sudah dapat buyer?”, tanya Menteri Perdagangan Budi Santoso di sebuah area pameran yang menyerupai ruang tamu. Pertanyaan singkat itu disambut hangat oleh para peserta pameran yang ada di sana. Beberapa antusias menceritakan calon buyer luar negeri yang mampir bertanya-tanya tadi siang, sementara yang lainnya berhasil melanjutkan permintaan awal buyer Belanda menjadi pertemuan tatap muka di lokasi pameran.
Mereka adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tampil di Paviliun Product Placement Pilihan BuSan x UMKM BISA EKSPOR. Hari itu, Rabu, (14/10), Mendag Busan mampir untuk mencari kabar baik langsung dari peserta pameran.
Paviliun tersebut dan para peserta ini dapat ditemui di Pre-function Hall Nusantara, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14—18 Oktober 2026.
Salah satu peserta pameran di paviliun itu adalah Astia Mulyawati, pemilik Basyira Cookies asal Jayapura, Papua, yang menghadirkan biskuit berbahan dasar olahan sagu. Kali ini menjadi tahun ketiga Basyira Cookies tampil di TEI. Perempuan asal Bogor, Jawa Barat yang telah lama menetap di Jayapura ini mengaku bersyukur dan bangga karena produknya mendapat kesempatan tampil dalam pameran berskala internasional.
“Dua tahun terakhir, kami mewakili Provinsi Papua. Namun, tahun ini kami hadir melalui Pilihan Busan. Produk kami memang belum ekspor, tetapi kami telah menerima permintaan sampel dan berencana mengirimkannya ke Korea Selatan bulan depan. Semoga di TEI tahun ini kami bisa mendapatkan buyer,” ungkap Astia.
Asa yang sama datang dari Forest Beverage Solution Group asal Jakarta. Perwakilannya, Muadzin Jihad, terus berjuang untuk mendorong produk-produknya agar segera menembus pasar ekspor, termasuk dengan mengirim sampel produknya ke sejumlah negara.
“Produk kami belum ekspor, tetapi kami sudah mengirimkan sampel ke beberapa negara, termasuk Malaysia. Kami harap, fasilitasi dan promosi dari Kementerian Perdagangan dapat membantu memperluas merek kami di pasar internasional,” ujar Muadzin.
Inisiatif Product Placement Pilihan Busan berangkat dari kebiasaan Mendag Busan memperkenalkan produk UMKM kepada para tamu yang berkunjung ke kantornya. Ia apik menata beragam produk lokal di ruang tamunya agar orang-orang yang datang dapat mengenal beragam produk UMKM berdaya saing. Ruang tamu Mendag Busan pun kini memiliki fungsi tambahan, yaitu sebagai etalase produk-produk UMKM unggulan. Target khalayaknya jelas, yaitu pejabat dan tamu dari luar negeri.
“Produk yang masuk program Pilihan Busan telah melalui seleksi dan kurasi. Keikutsertaan mereka dalam pameran tahunan TEI ke-41 ini turut menjadi langkah memperluas jangkauan pasar dan mengenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas,” ungkap Mendag Busan.
Ide ruang tamu tersebutlah yang diboyong ke ajang TEI 2026 melalui kolaborasi dengan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Paviliun ini memamerkan 50 jenama unggulan terkurasi dari kategori makanan dan minuman, kriya, hingga fesyen. Pengunjung dapat menjumpai ragam perlengkapan hunian dari jenama seperti HomLiv, Rumah Jambe-e, dan La Vida HOME Indonesia yang bersanding harmonis dengan deretan produk kuliner serta busana Nusantara.
Paviliun Product Placement Pilihan Busan x UMKM BISA EKSPOR juga mengusung prinsip keberlanjutan melalui kolaborasi dengan Repair Project. Kerja sama ini memanfaatkan sekitar 360 kilogram sampah plastik daur ulang untuk membuat papan serbaguna yang digunakan pada dinding latar, meja konter, hingga lantai stan.
Selain menampilkan produk, paviliun ini juga dilengkapi layanan pendukung ekspor seperti Klinik Desain, Cek Ekspor, Export Center, dan platform digital InaExport. Tersedia pula ruang bisnis untuk mendukung diskusi antara pelaku usaha dan calon pembeli.
Kunjungan Mendag Busan ke paviliun ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan pembuatan konten promosi bersama konten kreator @rumroijen.
--selesai--