Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia segera memulai perundingan kerja sama perdagangan komprehensif dengan Inggris melalui skema Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Langkah ini ditegaskan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui di Jakarta, Selasa sebagai bagian dari strategi memperluas akses pasar.
“Kita jadwalkan untuk segera perundingan,” ujar Mendag Budi Santoso.
Kata dia, Pemerintah berharap proses negosiasi dapat berjalan efektif dengan mengacu pada pengalaman Indonesia dalam menyelesaikan perjanjian serupa dengan mitra dagang lainnya.
Terkait kemungkinan penurunan atau penghapusan tarif, Mendag menegaskan hal tersebut akan sangat bergantung pada hasil perundingan yang disepakati kedua belah pihak.
“Ya nanti tergantung di perjanjiannya,” ucapnya.
Secara neraca perdagangan, Indonesia saat ini mencatatkan surplus dengan Inggris. Namun demikian, pemerintah menekankan bahwa tujuan utama kerja sama ini bukan semata-mata soal surplus, melainkan memperluas pilihan pasar bagi produk nasional.
Menurutnya, semakin banyak akses pasar yang dimiliki Indonesia melalui perjanjian perdagangan, maka semakin besar pula fleksibilitas pelaku usaha dalam mengoptimalkan ekspor di tengah dinamika ekonomi global.
Pada Januari-November 2025, total perdagangan Indonesia dan Inggris tercatat sebesar 2,41 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia tercatat 1,43 miliar dolar AS dan impornya 973,20 juta dolar AS.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Inggris melalui UK-Indonesia Economic Growth Partnership (EGP) berpeluang ditingkatkan menjadi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA).
Menurutnya, EGP saat ini masih merupakan tahap awal kerja sama kedua negara.
Ke depan, kemitraan tersebut dapat dikembangkan ke level yang lebih menyeluruh melalui perjanjian CEPA.
"Ini bentuk awal sudah ditandatangani, namanya Economic Growth Partnership (EGP). Nah, berikutnya tahapnya nanti kita akan upgrade menjadi separate," ujar Airlangga saat ditemui usai Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta, Selasa.
Indonesia telah mengamankan komitmen investasi dari Inggris sekitar 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,74 triliun (kurs Rp22.936,22/poundsterling).
Sektor maritim menjadi salah satu komponen utama dalam realisasi investasi tersebut.
Salah satu rencana investasi yang dibahas adalah pembangunan sekitar 1.500 kapal nelayan serta pengembangan kampung nelayan di Indonesia.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (antaranews.com)