Search

Pasar di Aceh Tamiang 80 Persen Beroperasi Pascabencana

  Dengarkan Berita Ini

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Pasar Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, telah 80 persen kembali beraktivitas.

Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan peninjauan pascabencana di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh, Tamiang, Aceh, 9 Januari 2026. Antara/HO-Kemendag

MENTERI Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Pasar Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, telah 80 persen kembali beraktivitas pascabencana di wilayah tersebut.

"Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar," kata Budi Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 10 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.

Budi Santoso menyampaikan Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus fokus terhadap pemulihan pasar-pasar terdampak bencana Sumatera agar dapat kembali menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dalam kunjungannya di Pasar Kuala Simpang, Budi Santoso mengatakan sejumlah pedagang sudah mulai kembali melakukan aktivitas, sambil proses pembersihan terus dilakukan.

"Kami telah mengecek kondisi Pasar Kuala Simpang. Sejumlah pedagang sudah mulai berjualan. Sembari proses pembersihan pasar terus dilakukan, kami terus memastikan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana terus terjaga," ujarnya.

Pasar Kuala Simpang merupakan pasar terbesar yang menjadi pusat perdagangan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasar yang berdiri sejak 1982 ini menampung sebanyak 295 pedagang yang terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.

Untuk mendukung percepatan pemulihan Pasar Kuala Simpang, pada Rabu, 31 Desember 2025, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli menyerahkan bantuan berupa 100 unit tenda darurat untuk menjadi tempat berjualan para pedagang selama proses pemulihan berjalan.

Selain Pasar Kuala Simpang, Kemendag melalui Kemendag Peduli telah menyerahkan bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 1 Desember 2025, 13 Desember 2025, dan 22 Desember 2025.

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Kemendag berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan asosiasi pelaku usaha untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana lancar dan tersedia.

Saat ini, stok bahan pokok seperti daging ayam, telur, cabai keriting, dan cabai rawit terpantau terkendali karena mendapat pasokan dari Takengon dan Medan.

Sementara itu, Kemendag telah menyurati Bulog dan ID Food untuk segera mengisi pasokan minyak goreng Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke daerah terdampak bencana.

Penulis: Grace Gandhi

** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (tempo.co)

  • Share