Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan program Belanja Nasional seperti Belanja di Indonesia Aja (BINA) pada momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan upaya peningkatan daya beli masyarakat dan minat terhadap produk lokal.
“Ini sebenarnya sebuah instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan juga meningkatkan konsumsi domestik,” kata Mendag Budi di sela peluncuran program BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat.
Ia menilai, program belanja seperti BINA Lebaran yang tahun ini digelar pada 6-30 Maret 2026 juga merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam mendorong konsumsi dan perputaran roda ekonomi dalam negeri.
“Ini adalah kolaborasi yang cukup bagus antara ritel modern, ada department store, mal, dan juga UMKM untuk saling menyediakan produk yang tujuannya adalah mendukung atau menyambut Lebaran,” ujar Mendag.
Pria yang akrab disapa Busan itu melanjutkan, momentum konsumsi ini harus terus dijaga bahkan setelah periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H usai. Terlebih, momen liburan penting seperti Natal, Tahun Baru 2026, dan Tahun Baru Imlek juga telah berlalu di awal tahun ini.
“Tadi disampaikan bahwa memang ini berdekatan Nataru (Natal dan Tahun Baru), Imlek, Lebaran. Tapi tadi disampaikan bahwa setelah Lebaran akan banyak event-event yang menarik dan ini akan terus kita lakukan kerja sama sehingga kesempatan untuk menjual produk-produk dalam negeri ataupun meningkatkan daya beli masyarakat akan terus meningkat,” jelas dia.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pihaknya telah mempersiapkan program-program belanja lainnya yang bergulir mulai Juni mendatang bertepatan dengan momentum libur sekolah.
Kemudian pada pertengahan hingga menjelang akhir tahun, akan ada Indonesia Shopping Festival, serta Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
“Jadi saya kira ini juga sebagai antisipasi untuk menyikapi ataupun mengantisipasi low season yang akan cukup panjang. Jadi kami mulai saat ini sudah bersiap untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan-kegiatan tersebut,” ujar Alphonzus.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (antaranews.com)