Tempe bisa mencegah dan meredakan beberapa penyakit seperti diare dan diabetes,(SHUTTERSTOCK/tyasindayanti)
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produsen tempe Indonesia meneken kerja sama distribusi ke Chile senilai 125.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,1 miliar.
Kerja sama dilakukan antara PT Azaki Food International dari Indonesia dan OM SpA dari Chile. Penandatanganan berlangsung di kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, Chile, Rabu (1/4).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, kesepakatan ini menjadi contoh pemanfaatan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
"Kementerian Perdagangan akan terus mendukung agar lebih banyak lagi pelaku usaha Indonesia berkembang di pasar global," ujar Puntodewi.
Akses Awal ke Pasar Amerika Latin
Kerja sama ini menjadi tindak lanjut dari partisipasi Indonesia pada pameran Espacio Food & Service pada 30 September hingga 2 Oktober 2025. ITPC Santiago memfasilitasi penjajakan bisnis hingga tercapai kesepakatan.
Kepala ITPC Santiago Indah Fajarwati Bachter menjelaskan, Chile akan menjadi titik masuk awal. Strategi difokuskan pada distribusi, visibilitas produk, serta pengembangan jaringan mitra.
"Selanjutnya untuk jangka menengah, kerja sama ini berpotensi untuk diperluas ke negara-negara Amerika Latin lainnya. Kami harap, kerja sama ini membuka pintu yang dapat memperkenalkan tempe sebagai produk pangan berbasis nabati unggulan di pasar Amerika Latin," kata Indah.
Kerja sama mencakup pengelolaan merek, promosi, pemenuhan regulasi impor pangan, hingga pengembangan jaringan distribusi lokal.
Peluang Pasar Masih Terbuka
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid menilai kerja sama ini membuka peluang bagi produk lain masuk ke Chile dan kawasan sekitarnya.
"Kami mengajak pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang ekspor ke Chile dengan cara menghubungi ITPC Santiago," kata Miftah.
Data Banco Central de Chile dan Chile Customs menunjukkan impor Chile mencapai lebih dari 8 miliar dollar AS per tahun. Permintaan produk pangan sehat terus meningkat, terutama makanan berbasis nabati dan fermentasi.
Kondisi ini sejalan dengan tren gaya hidup sehat dan kebutuhan alternatif protein. Tempe dinilai memiliki peluang untuk berkembang di pasar tersebut.
Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Chile mencapai 535,5 juta dollar AS. Ekspor Indonesia tercatat 441,5 juta dollar AS, sementara impor sebesar 94 juta dollar AS. Indonesia mencatat surplus perdagangan 347,5 juta dollar AS.
Penulis: Teuku Muhammad Valdy Arief
** Tulisan ini berasal dari tautan berikut ini. (kompas.com)