Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menerima delegasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development/UNCTAD) di Jakarta, Selasa (13 Okt). Pertemuan ini membahas upaya meningkatkan daya saing dan ekspor produk rumput laut Indonesia serta memperluas peluang di pasar internasional.
Wamendag Roro menyampaikan bahwa ekspor rumput laut Indonesia menunjukkan pemulihan pada 2026. Pada Januari–Agustus 2026, nilai ekspor rumput laut mencapai USD239,35 juta, meningkat 16,08 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar USD206,19 juta. Peningkatan ini menjadi peluang untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar rumput laut dunia.
Kemendag terus mendukung peningkatan ekspor melalui penyediaan informasi pasar dan peluang kerja sama bisnis melalui platform Inaexport, fasilitasi sertifikasi produk, serta promosi melalui pameran dagang internasional dan misi dagang. Kemendag juga memperkuat kapasitas pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Desa BISA Ekspor dan Export Coaching Program agar siap memasuki pasar global.
Dalam pertemuan tersebut, Kemendag menyambut baik proyek UNCTAD Transforming Indonesia’s Seaweed Sector periode 2026–2027 yang bertujuan mengidentifikasi kebijakan dan langkah pengembangan industri rumput laut nasional. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pengolahan rumput laut di dalam negeri, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan produk bernilai tambah, seperti bioplastik dan kemasan berbahan dasar hayati.
Pada kesempatan ini, Wamendag didampingi oleh Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional, Natan Kambuno.