Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Masaki, di Pasay City, Filipina, Minggu (20 Sep). Pertemuan berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) dan pertemuan terkait lainnya yang diselenggarakan pada 17—22 September 2026.
Wamendag Roro menyampaikan komitmen Indonesia untuk memastikan proses aksesi OECD berjalan lancar dan sesuai target. Mengingat OECD mencakup berbagai bidang, termasuk perdagangan dan investasi, proses aksesi memerlukan pemenuhan standar serta koordinasi yang kuat antarkementerian dan lembaga di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pihak OECD menyampaikan kesiapannya untuk terus mendukung Indonesia dalam memenuhi berbagai tahapan aksesi, termasuk melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dengan negara anggota seperti Jepang. OECD juga mengapresiasi berbagai reformasi perdagangan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk pengembangan Indonesia National Single Window. Rencana kunjungan Sekretaris Jenderal OECD ke Indonesia pada November 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kemajuan dan mendorong langkah lanjutan proses aksesi.
Kedua pihak turut membahas tantangan digitalisasi dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Transformasi digital perlu dilaksanakan secara inklusif dengan memperhatikan keragaman kondisi masyarakat dan wilayah agar tidak memperlebar kesenjangan. Dalam kaitan ini, OECD memperkenalkan inisiatif pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung perumusan kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat kedaulatan digital di kawasan Asia Tenggara.
Pembahasan pada Komite Perdagangan OECD menjadi salah satu tahapan penting dalam proses aksesi karena mencakup instrumen dan standar dengan tingkat komitmen yang tinggi. Sejumlah isu yang memerlukan perhatian meliputi kebijakan hilirisasi, pembatasan ekspor, instrumen perpajakan, serta perkembangan kebijakan keamanan ekonomi Amerika Serikat. Indonesia juga akan memanfaatkan agenda pertemuan tingkat tinggi bidang industri dan investasi di Paris untuk mempromosikan kemajuan reformasi serta menyampaikan kepentingan pembangunan nasional.
Pertemuan juga membahas laporan mengenai rantai pasok semikonduktor dan mineral kritis di ASEAN yang disusun bersama Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), serta laporan terkait UMKM dan nilai investasi. Wamendag Roro akan berkoordinasi dengan Kantor OECD di Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk menindaklanjuti penyelesaian laporan tersebut. Pada kesempatan ini, Wamendag Roro didampingi oleh Direktur Perundingan ASEAN, Nugraheni Prasetya Hastuti.