Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menjadi pembicara kunci pada seminar “Navigating Our Future Together: Boosting Export Growth Through AI” yang diselenggarakan IBC Australia Chapter Jakarta bekerja sama dengan Universitas Trisakti di Jakarta, Kamis (16 Apr).
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen PEN menegaskan pentingnya memperkuat strategi perluasan ekspor di tengah tantangan global dengan dukungan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI) guna meningkatkan kesiapan dan daya saing pelaku usaha nasional.
Australia dinilai memiliki posisi strategis dalam upaya ekspansi pasar Indonesia melalui implementasi IA-CEPA yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk nasional. Pemanfaatan AI diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil pelaku usaha, khususnya UMKM, mulai dari membaca tren pasar, memahami preferensi konsumen, hingga meningkatkan efektivitas promosi dan komunikasi dengan buyer internasional.
Sebagai bentuk dukungan, Kemendag terus mengoptimalkan program penguatan ekspor seperti UMKM BISA Ekspor, Cek Ekspor, dan Campuspreneur, serta mengundang partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai ajang promosi strategis produk Indonesia ke pasar global.
Seminar ini turut dihadiri sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga, antara lain perwakilan Trisakti Marketing Club (TMC) Eric Pradjonggo, President ASBF Kristoforus Hendra Djaya, President IBC Australia Josep Rustam, Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, serta Founder & Chair of MCorp Hermawan Kartajaya.