Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid, membuka forum dan business matching China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (13 Apr).
Forum hasil kerja sama Kementerian Perdagangan dengan China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) ini menjadi wadah penguatan komitmen dalam menjaga akses pasar ekspor sarang burung walet (SBW) ke Tiongkok.
Dalam sambutannya, Direktur Miftah menyampaikan bahwa Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan pasar yang besar dan terus berkembang. Pemulihan sektor manufaktur serta kebijakan peningkatan konsumsi domestik di Tiongkok membuka peluang bagi produk agrikultur, makanan dan minuman olahan, perikanan, serta komoditas bernilai tambah dari Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur Miftah menyampaikan bahwa Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan pasar yang besar dan terus berkembang. Pemulihan sektor manufaktur serta kebijakan peningkatan konsumsi domestik di Tiongkok membuka peluang bagi produk agrikultur, makanan dan minuman olahan, perikanan, serta komoditas bernilai tambah dari Indonesia.
Tiongkok tercatat sebagai tujuan utama ekspor SBW Indonesia dengan pangsa mencapai 80,15%. Pada 2025, nilai ekspor SBW ke Tiongkok mencapai USD 380,20 juta, dengan tren pertumbuhan positif sebesar 2,66% dalam 5 tahun terakhir (2021–2025). Secara global, Indonesia juga menjadi pemasok SBW terbesar di dunia dengan nilai ekspor USD 551,56 juta atau pangsa 58,31%.
Forum ini turut dihadiri oleh Chairman CAWA beserta delegasi, perwakilan Badan Karantina Indonesia, Atase Perdagangan RI di Beijing, serta berbagai asosiasi dan pelaku usaha sarang burung walet Indonesia.
,