Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menerima kunjungan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Yangon, Myanmar, Novan Ivanhoe di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, (27 Apr).
Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan kerja sama perdagangan Indonesia–Myanmar di tengah kondisi ekonomi dan politik Myanmar yang masih dinamis.
Dalam kesempatan itu, Novan menyampaikan bahwa permintaan terhadap sejumlah produk impor di Myanmar tetap tinggi, khususnya alat kesehatan, obat-obatan, serta kebutuhan sehari-hari seperti produk tekstil, termasuk sarung, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Dirjen PEN menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan terus mendorong peningkatan ekspor melalui berbagai program, termasuk business matching dalam kerangka UMKM BISA Ekspor. Kegiatan ini dapat dijajaki antara pelaku usaha Indonesia dan Myanmar dengan menitikberatkan pada identifikasi kebutuhan buyer serta spesifikasi produk yang sesuai dengan pasar Myanmar.
Selain itu, Kemendag juga mengundang pelaku usaha Myanmar untuk melakukan sourcing pada ajang Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid, serta Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Bayu Nugroho.