Search

Indonesia dan Inggris Dorong Kemitraan Ekonomi yang Konkret dan Saling Menguntungkan

  Dengarkan Berita Ini


Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Inggris, Lord Anas Sarwar di Pasay City, Filipina, Selasa (22 Sep). Pertemuan berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (58th ASEAN Economic Ministers’ Meeting) dan pertemuan terkait lainnya yang diselenggarakan pada 18—22 September 2026.

Kedua pihak membahas perkembangan hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Inggris serta peluang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi secara lebih konkret. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 2,7 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Inggris antara lain tekstil dan produk tekstil, alas kaki, minyak kelapa sawit, serta kayu dan produk kayu. Sementara itu, Inggris memiliki keunggulan dalam perdagangan jasa, pendidikan, teknologi, farmasi, dan jasa profesional.

Wamendag Roro menekankan pentingnya memperkuat keterlibatan sektor swasta melalui peningkatan hubungan business-to-business (B2B). Indonesia dan Inggris perlu bersama-sama mengidentifikasi sektor prioritas, perusahaan potensial, peluang investasi, serta hambatan akses pasar yang dapat segera diselesaikan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung persiapan UK-Indonesia Economic Growth Partnership Ministerial Forum yang direncanakan berlangsung di Indonesia pada November 2026 agar menghasilkan capaian yang konkret dan terukur.

Terkait penguatan kerangka perdagangan bilateral, Wamendag Roro menyampaikan bahwa Indonesia dan Inggris dapat mempertimbangkan sejumlah pilihan kerja sama yang sesuai dengan kepentingan dan kesiapan kedua negara. Penjajakan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran perdagangan barang dan jasa, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara.

Lord Anas menyambut positif peluang pengembangan kerja sama perdagangan Indonesia-Inggris dan menegaskan komitmen Inggris untuk membangun hubungan bilateral yang makin erat. Menurutnya, kerja sama kedua negara perlu berorientasi pada hasil, dilaksanakan secara bertahap, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia usaha. Inggris juga menyampaikan kesiapan untuk mendukung proses Indonesia menuju keanggotaan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), sekaligus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan penyelesaian hambatan teknis perdagangan, termasuk sertifikasi halal.

Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan teknis guna memetakan sektor dan komoditas prioritas, memperluas hubungan antarpelaku usaha, serta menentukan bentuk kerja sama perdagangan yang paling tepat, cepat, dan saling menguntungkan bagi Indonesia dan Inggris. Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro didampingi oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Johni Martha, dan Direktur Perundingan ASEAN, Nugraheni Prasetya Hastuti.