Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid membuka Webinar “Peluang Ekspor Produk Buah Tropis Indonesia” yang diselenggarakan secara daring, Kamis (12 Mar).
Webinar ini diikuti 151 peserta yang terdiri atas pelaku usaha serta perwakilan kementerian dan lembaga. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi terkini kepada pelaku usaha mengenai perkembangan serta peluang ekspor produk buah tropis Indonesia, khususnya ke pasar Tiongkok.
Webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Ketua Tim Ekspor dan Antar Area Badan Karantina Indonesia (Barantin), Ratih Rahayu; Atase Perdagangan RI Beijing, Junita Syartika; serta Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), Adityo Pradewo.
Dalam webinar tersebut juga dibahas peluang kolaborasi antara Program Desa BISA Ekspor dengan Barantin dan Apdurin. Saat ini, terdapat 17 desa pada klaster siap ekspor dan 164 desa pada klaster belum siap ekspor untuk komoditas buah dan hortikultura yang berpotensi didorong agar memenuhi protokol ekspor. Produk yang dihasilkan, antara lain salak, pisang mas, pisang cavendish, pisang kepok, nanas, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya.
Ekspor produk buah Indonesia pada 2025 tercatat sebesar USD 516,17 juta dengan komoditas utama antara lain pinang, jambu, mangga, manggis, pisang, dan nanas. Indonesia saat ini menempati posisi sebagai pemasok buah ke-43 dunia dengan pangsa pasar sebesar 0,24%.
,