Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menerima kunjungan asosiasi dan perusahaan buah Indonesia, yaitu Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), PT Nusantara Segar Global (Java Fresh), dan PT Great Giant Pineapple di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (9 Mar).
Pertemuan ini membahas potensi, kondisi terkini, serta tantangan ekspor buah tropis Indonesia, sekaligus memperkuat dukungan dan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekspor buah nasional.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perdagangan mengajak perusahaan buah Indonesia berkolaborasi dalam Program Desa BISA Ekspor. Melalui program ini, perusahaan dapat berperan sebagai off-taker bagi produk buah dari desa sekaligus melakukan pembinaan kepada para petani guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Kementerian Perdagangan juga mengundang partisipasi pelaku usaha buah pada ajang Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, sebagai sarana promosi produk buah tropis Indonesia ke pasar global.
Sejumlah buah tropis Indonesia seperti manggis, nanas, pisang, salak, dan durian beku saat ini telah menembus pasar internasional. Pemerintah terus berupaya membuka akses pasar baru, salah satunya melalui pembahasan protokol ekspor durian segar ke Tiongkok yang diharapkan dapat segera diselesaikan.
Turut hadir dalam pertemuan ini, yaitu Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid.