Search

Dengarkan Berita Ini

Evaluasi Pasca-Lebaran, Mendag Busan: Sektor Perdagangan Menunjukkan Tren Positif

Jakarta, 1 April 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) di periode Ramadan dan Idulfitri 2026 terpantau turun dibandingkan periode tahun lalu. Hal ini terlihat dari harga yang lebih rendah pada Maret 2026 bila dibandingkan dengan Maret 2025. Ia juga menilai, pergerakan harga harian di periode Ramadan dan Lebaran tahun ini menunjukkan dinamika normal tanpa gejolak harga signifikan.

Hal itu ia sampaikan dalam “Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC & Evaluasi Arus Mudik, Arus Balik, serta Dampak Idulfitri 2026 terhadap Sektor Perdagangan dan Pariwisata” di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, (1/4). Turut hadir Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

“Dibandingkan periode Ramadan-Idulfitri tahun lalu, harga bapok periode tahun ini cenderung turun, antara lain, untuk beras, gula pasir, MINYAKITA, bawang merah, cabai, dan bawang putih. Pola pergerakan harga harian juga menunjukkan dinamika normal dan wajar, yaitu kenaikan bertahap menjelang Idulfitri dan normalisasi setelahnya tanpa gejolak harga signifikan. Hal ini mengindikasikan, pasokan dan distribusi bapok berjalan dengan baik,” ungkap Mendag Busan.

Bila dibandingkan secara tahunan (year on year), harga nasional beras medium pada Maret 2026 terpantau berada di harga Rp13.681/kg atau turun 0,19 persen dibanding Maret 2025 yang sebesar Rp13.707/kg. Kemudian, beras premium pada Maret 2026 menjadi Rp15.340/kg atau turun 0,23 persen dari 15.376/kg. Selain itu, gula pasir curah terpantau di Rp17.956/kg (turun 0,98 persen), MINYAKITA di Rp15.890 per liter (turun 7,89 persen), bawang merah Rp40.450/kg (turun 5,16 persen), cabai merah keriting Rp40.943/kg (turun 16,27 persen), cabai rawit merah Rp77.589/kg (turun 7,46 persen), dan bawang putih honan Rp36.416/kg (turun 15,04 persen).

“Dengan kondisi harga yang lebih stabil serta dukungan kebijakan pengendalian yang efektif, pemerintah optimis bahwa inflasi pada Maret 2026 akan tetap terjaga dalam kisaran yang lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Mendag Busan.

Mendag Busan juga menyampaikan optimisme keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi, yang tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 sebesar 125,2 atau berada di level optimis. “Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini yang tercatat sebesar 115,9, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,1. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis sebesar 134,4,” kata Mendag Busan.

Sementara itu, untuk semakin meningkatkan daya beli masyarakat pada Ramadan dan Idulfitri 2026, Kementerian Perdagangan bersinergi menyelenggarakan beberapa program pemberian diskon maupun promo belanja, antara lain, melalui program Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. Sinergi dilakukan dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), serta kementerian dan lembaga lainnya.

Menurut Mendag Busan, capaian transaksi Friday Mubarak per 29 Maret 2026 sebesar Rp126,02 triliun. Estimasi sampai 31 Maret 2026, nilai transaksi bisa mencapai Rp129,11 triliun atau 8,5 persen di atas target. Sementara itu, BINA Lebaran 2026 pada 6—30 Maret 2026 berhasil mencatatkan total transaksi mencapai Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target.

“Kami akan tetap melaksanakan program belanja setelah ini, misalnya rencana BINA Holiday pada Juni—Juli 2026, BINA HBD Indonesia pada Agustus 2026, dan BINA Indonesia Great Sale pada Desember 2026. Berbagai program belanja bersama para pemangku kepentingan dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Mendag Busan.

Selanjutnya, perniagaan elektronik (e-commerce) juga terpantau bergairah sepanjang Ramadan-Idulfitri. Beberapa kategori produk paling laris selama Ramadan, antara lain, busana muslim, makanan dan minuman, bingkisan lebaran (hampers), produk kecantikan, hingga peralatan rumah tangga. Laporan E-Commerce Database (ECDB) menunjukkan, total penjualan di niaga elektronik Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan mencapai USD5,76 miliar atau setara Rp96,7 triliun.

Untuk mendorong konsumsi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama Ramadan-Idulfitri, Kemendag dan Kementerian Perhubungan bersinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan KAI Services untuk memfasilitasi penjualan produk UMKM di gerbong etalase kuliner dan Loko Cafe. Strategi ini menyasar para penumpang kereta api untuk membantu produk UMKM agar semakin dikenal masyarakat. Menurut Mendag Busan, 15 jalur kereta jarak jauh dengan volume penumpang mencapai 51 juta orang per tahun merupakan potensi pasar yang cukup besar, khususnya saat momen mudik Lebaran.

“Kemendag mengkurasi produk pangan lokal UMKM untuk dapat dijual di gerbong etalase kuliner dan Loko Cafe di stasiun-stasiun kereta. Saat ini, enam produk UMKM yang telah terkurasi dalam program ini telah mencatatkan transaksi Rp122,8 juta dalam waktu kurang lebih satu bulan sepanjang bulan Ramadan,” pungkas Mendag Busan.

--selesai--

Informasi lebih lanjut hubungi:

N. M. Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email: pusathumas@kemendag.go.i

Nawandaru Dwi Putra
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri
Ditjen Perdagangan Dalam Negeri 
Kementerian Perdagangan
Email: binpas@kemendag.go.id

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPDN