Search

Dengarkan Berita Ini

Dukung Penetrasi Kopi Indonesia, KDEI Taipei Perkuat Debut Kenangan Coffee di Taiwan

Taipei, 7 April 2026 – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mendukung kehadiran gerai pertama Kenangan Coffee di Taiwan yang berlokasi di unit A11, lantai 2 department store Shin Kong Mitsukoshi, Taipei. Gerai ini menjadi salah satu wujud kehadiran kopi Nusantara dengan cita rasa khasnya di pasar Taiwan. Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, mengapresiasi Kenangan Coffee yang berekspansi ke Taiwan melalui gerai perdananya di Taipei.

“Kehadiran Kenangan Coffee di Taiwan membuktikan kopi Indonesia berkualitas dan berdaya saing, sekaligus akan berdampak signifikan terhadap peningkatan ekspor produk Indonesia ke Taiwan. KDEI Taipei terus mendukung upaya ekspansi Kenangan Coffee dan semua pelaku usaha kopi Indonesia agar kopi kita bisa dinikmati lebih banyak konsumen di Taiwan,” kata Arif dalam seremoni pembukaan gerai pada Selasa, (7/4).

Didukung penuh oleh KDEI Taipei, Arif menegaskan komitmennya untuk memperluas panggung bagi kopi Indonesia agar semakin diterima masyarakat Taiwan secara luas. Dalam hal ini, KDEI Taipei aktif berkolaborasi dengan Kenangan Coffee Taiwan dan para pemangku kepentingan di Taiwan. Dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan promosi di berbagai media, pemanfaatan jejaring pemengaruh (influencer) di Taiwan, serta pemantauan respons konsumen di Taiwan terhadap penerimaan produk Kenangan Coffee. KDEI Taipei juga memonitor tanggapan konsumen di berbagai platform media Taiwan sebagai bagian dari evaluasi strategi promosi kopi Indonesia.

Seremoni pembukaan Gerai Kenangan Coffee dihadiri Arif bersama Group CEO dan Co-Founder Kenangan Coffee Edward Tirtanata, Co-Founder Kenangan Coffee Taiwan Peter Wu, serta General Manager Bank Rakyat Indonesia (BRI) Taipei Andik Kurniawan.

Setelah seremoni pembukaan tersebut, pembukaan skala besar (grand opening) gerai akan dilaksanakan pada 10 April 2026 mendatang. Dalam momentum tersebut, Kenangan Coffee akan menghadirkan cita rasa unik dan kaya dari varian spesial Pistachio Macchiato. Varian yang akan menjadi daya tarik utama ini hanya tersedia secara eksklusif pada 10—13 April 2026. Selain itu, gerai akan menggelar promosi buy one get one.

Gerai Kenangan Coffee tersebut telah menggelar peluncuran terbatas (soft launch) pada 28 Maret 2026. Aktivitas itu berhasil menarik minat masyarakat di Taipei, dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 250 orang per hari di hari kerja dan sekitar 350 orang per hari di akhir pekan. Bahkan, sebagian pengunjung yang hadir berasal dari luar kota Taipei.

Kenangan Coffee Taiwan menghadirkan berbagai pilihan menu kopi, teh, serta kue. Beberapa di antaranya merupakan menu khusus yang dikembangkan dengan menyesuaikan selera pasar Taiwan.

Menurut Arif, kehadiran kopi Indonesia di Taiwan juga menciptakan ikatan yang bermakna bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Gerai ini memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan, yang saat ini diperkiraan jumlahnya sekitar 400 ribu orang, untuk menikmati kopi Indonesia dalam keseharian mereka.

“Gerai ini memberi kesempatan masyarakat Indonesia di Taiwan untuk menikmati cita rasa autentik kopi Indonesia. Lebih dari sekadar produk, Kenangan Coffee di Taiwan turut merepresentasikan identitas Indonesia serta menjadi penghubung yang bermakna bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Taiwan,” ujar Arif.

Masyarakat Taiwan yang telah mencoba produk Kenangan Coffee merespons positif kehadiran kopi Indonesia ini. Banyak yang menjadikan ini pengalaman pertama mereka mencoba produk kopi Indonesia, seperti seperti yang digambarkan Max, salah seorang pembeli. “Ini pertama kalinya saya mencoba kopi seperti ini. Rasanya enak dan tidak terlalu manis,” kata Max.

Selain itu, Yahya, salah satu masyarakat Indonesia yang tinggal di Taiwan juga mengungkapkan antusiasmenya atas kehadiran Kenangan Coffee di Taiwan. “Rasanya kangen sekali, dan saya senang bisa menikmatinya kembali di Taiwan. Saya pesan Kenangan Latte,” ujar Yahya.

Kopi Kenangan dan Kenangan Coffee merupakan dua merek di bawah naungan PT Bumi Berkah Boga. Kopi Kenangan adalah merek untuk pasar Indonesia, sedangkan Kenangan Coffee adalah merek internasional yang digunakan untuk ekspansi global.

Ekspansi Kenangan Coffee ke Taiwan didorong oleh ketertarikan Peter Wu yang telah lama mengamati merek yang dikenal sebagai jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia ini. Peter melihat peluang besar untuk menghadirkan Kenangan Coffee di Taiwan setelah membaca pesatnya pertumbuhan bisnis Kenangan Coffee serta kemampuannya bersaing dengan jaringan kopi internasional di Indonesia.

“Didirikan pada 2017, Kenangan Coffee saat ini memiliki lebih dari 1.000 gerai di Indonesia dan lebih dari 1.300 gerai secara global, termasuk di Malaysia, Singapura, dan Australia. Taiwan menjadi pasar internasional ketujuh bagi Kenangan Coffee dengan kapitalisasi pasar global perusahaan yang telah melampaui USD 1,2 miliar,” ujar Peter.

Peter menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan KDEI Taipei yang telah membantu perkembangan Kenangan Coffee di Taiwan. Peter optimistis Kenangan Coffee di Taiwan akan terus berkembang dan memperluas kehadirannya dengan membuka lebih banyak gerai di masa mendatang. Ia juga berharap, kerja sama dan kolaborasi dengan KDEI Taipei dapat terus berlanjut dan berjalan dengan baik, termasuk dalam mewujudkan visi optimis tersebut.

Sementara itu, Edward Tirtanata menyampaikan terima kasih dan mengekspresikan rasa bangganya atas kehadiran Kenangan Coffee di Taiwan sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan.

“Kami sangat bangga dapat menghadirkan Kenangan Coffee di Taiwan sebagai bagian dari perjalanan ekspansi global kami. Melalui kehadiran ini, kami berharap dapat memperkenalkan kekayaan cita rasa kopi Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus menghadirkan sebuah merek yang tidak hanya dekat dengan masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat lokal Taiwan,” kata Edward.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Taiwan

Pada Januari—Februari 2026, total perdagangan Indonesia dengan Taiwan tercatat sebesar USD 1,45 miliar. Dengan ekspor Indonesia ke Taiwan USD 737,00 juta dan impor dari Taiwan USD 710,40 juta, Indonesia mencatatkan surplus USD 26,60 juta. Sementara itu, total perdagangan Indonesia dengan Taiwan pada 2025 tercatat sebesar USD 9,96 miliar. Ekspor Indonesia ke Taiwan tercatat sebesar USD 5,54 miliar dan impor Indonesia dari Taiwan USD 3,97 miliar. Indonesia surplus USD 1,13 miliar.

Pada 2025, ekspor terbesar Indonesia ke Taiwan, antara lain, besi dan baja, bahan bakar mineral, tembaga, mesin dan peralatan listrik, dan kertas atau karton. Sementara itu, impor terbesar Indonesia dari Taiwan, meliputi mesin dan peralatan listrik, mesin dan pesawat mekanik, plastik dan barang dari plastik, besi dan baja, serta kain rajutan.

--selesai--

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email: pusathumas@kemendag.go.id

Arif Sulistiyo
Kepala KDEI Taipei
Email: mailto:ieto@ms8.hinet.net

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPEN