Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan sambutan pada Indonesia-China Food & Ecosystem Forum yang merupakan rangkaian China Food Trade Fair ke-14 di InterContinental Wuhan, Tiongkok, Senin (30 Mar).
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen PEN menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama perdagangan pangan dengan Tiongkok melalui tiga fokus utama, yaitu pengembangan investasi pusat pengolahan pangan, harmonisasi standar keamanan pangan, serta integrasi e-commerce untuk memperluas akses pasar UMKM.
Forum ini dihadiri perwakilan pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara, termasuk Liang Zhi Long Group. Sebagai pembicara kunci, Menteri Usaha Kecil dan Menengah, Maman Abdurrahman menekankan pentingnya peningkatan kualitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
Melalui forum ini, Indonesia menargetkan peningkatan ekspor seafood ke Tiongkok sebesar 10% dari nilai USD 1,2 miliar, antara lain melalui kolaborasi dengan Liang Zhi Long Group sebagai mitra white label.
Selain itu, forum menghasilkan sejumlah kesepakatan dagang, antara lain kontrak ekspor salak senilai USD 9.500 oleh Bali Organik Subak dan kopi senilai USD 4 juta oleh Sumber Kurnia Alam, serta kerja sama pengembangan durian berkelanjutan antara Asosiasi Pengusaha Durian Indonesia dan Asian Trade Tourism and Economics Council yang mencakup penguatan SDM, teknologi, dan investasi.