Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi menerima kunjungan Asosiasi Gabungan Industri Aluminium Indonesia (GALUNESIA) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (18 Feb).
Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka membangun sinergi antara pemerintah dan pelaku industri guna mendorong peningkatan kinerja ekspor aluminium Indonesia. GALUNESIA merupakan asosiasi yang menghimpun perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri aluminium nasional dari sektor hulu hingga hilir dengan jumlah anggota sebanyak 28 perusahaan. Asosiasi ini berfungsi sebagai wadah koordinasi, representasi industri, serta advokasi kebijakan aluminium kepada pemerintah dalam rangka memperkuat daya saing industri nasional.
Dirjen PEN menyampaikan dukungan penguatan industri aluminium nasional dengan mendorong promosi, perluasan akses pasar, dan pengembangan basis data eksportir sebagai upaya mendukung peningkatan daya saing dan kinerja ekspor aluminium Indonesia. Eksportir aluminium Indonesia dapat berkolaborasi bersama kantor perwakilan perdagangan untuk mempromosikan produk Indonesia di negara tujuan ekspor.
Ketua Umum GALUNESIA, Oktavianus Tarigan menyampaikan bahwa Kemendag merupakan mitra strategis upaya pengembangan ekspor ke negara tujuan, seperti kawasan Amerika Selatan, Eurasia, dan Asia Selatan. Galunesia siap bekerja sama khususnya dalam penyediaan data kapasitas industri, pemenuhan standar dan sertifikasi internasional, serta peningkatan promosi dan branding produk aluminium Indonesia di pasar global.
Kinerja ekspor aluminium Indonesia pada tahun 2025 tercatat USD 2,18 miliar atau mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 56,02% dibandingkan tahun sebelumnya dan tren pertumbuhan positif dalam 5 tahun terakhir. Turut hadir dalam kesempatan ini, yaitu Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq; Sekretaris Umum GALUNESIA, Toby Tandra; dan Sekretaris GALUNESIA, Syiffani Gita.