Perwakilan Perdagangan

Laporan Atase Perdagangan

List of reports from our trade attache around the world from time to time.

 

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - RUSIA

PERIODE : JANUARI – MARET 2011

 

 

A.          Perkembangan perekonomian dan perdagangan Rusia

 

1.      Total  perdagangan  Rusia  dengan  Dunia  pada  periode  Januari-Maret 2011  sebesar  US$ 146,92 milyar, atau meningkat 14,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun  2010, yang tercatat sebesar US$ 127,97 milyar. Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor Rusia periode  Januari-Maret  2011  sebesar  US$ 89,94 milyar, atau naik 1,81% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010, yang tercatat sebesar US$ 88,34 milyar.  Sedangkan,  impor  Rusia  dari  Dunia  sebesar US$ 56,98 milyar, atau meningkat 43,78% apabila dibandingkan dengan nilai impor periode Januari-Maret 2010, sebesar US$ 39,63 milyar. Neraca perdagangan Rusia dengan Dunia periode Januari-Maret 2011, surplus sebesar US$ 32,96 milyar.

2.      Komoditi eskpor utama dari Federasi Rusia ke Dunia dalam periode Januari-Maret 2011, antara lain : Minyak  Petroleum  dan  Minyak  dari  Mineral  mengandung  Bitumen, mentah (HS 2709), dengan nilai ekspor US$ 12.832,7 juta, dan share (pangsanya) sebesar 14,27%. Kemudian, Gas Petroleum dan Gas Hidrokarbon lainnya (HS 2711), dengan nilai ekspor US$ 11.157,7 juta, dan share (pangsanya) sebesar 12,41% Selanjutnya, Minyak Petroleum & minyak dari mineral mengandung Bitumen (HS 2710), dengan nilai sebesar US$ 7.543,1 juta (8,39%). Terakhir, Batubara, briket, ovoid, dst (HS 2701), dengan nilai sebesar US$ 2.053,3 juta (2,28%). Sementara itu, komoditi impor utama Federasi Rusia dari Dunia pada periode Januari-Maret 2011, antara lain : Mobil dan kendaraan bermotor lainnya terutama untuk pengangkutan orang (HS 8703), dengan nilai impor US$ 3.698,0 juta dan share (pangsanya) sebesar 6,49%. Berikutnya, Perangkat Telepon, termasuk Selluler, dst. (HS 8517), dengan nilai sebesar US$ 2.584,9 juta (4,54%). Kemudian, Obat dari produk Campuran atau Tidak,dst. (HS 3004), dengan nilai sebesar US$ 2.371,0 juta (4,16%),  serta   Bagian   dari   Aksesori   Kendaraan   Bermotor   dari   Pos  8701  - 8705  (HS 8708),  dengan  nilai  sebesar  US$ 1.727,8 juta  (3,03%).

3.      Pada periode Januari-Maret 2011 ini, negara-negara mitra dagang utama Rusia (untuk ekspor), antara lain : Belanda; China; Ukraina, dan Italia. Keempat negara, memberi kontribusi sebesar 35,71%, terhadap total nilai ekspor Rusia periode Januari-Maret 2011. Sementara itu, negara-negara mitra dagang utama Rusia (untuk impor), antara lain : China; Jerman dan Ukraina. Ketiga negara, mencatatkan pangsa sebesar 35,30% terhadap total nilai impor Rusia, periode Januari-Maret 2011.

 

B.           Perkembangan  Perdagangan Bilateral Rusia dengan Indonesia

 

1.      Total nilai perdagangan Rusia dengan Indonesia pada periode Januari-Maret 2011 sebesar US$ 495,51 juta, atau meningkat signifikan yakni sebesar 71,32% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010, sebesar US$ 289,24 juta. Total perdagangan tersebut, terdiri dari nilai ekspor Rusia ke Indonesia pada periode Januari-Maret 2011 sebesar US$ 211,96 juta, atau meningkat tajam sebesar 87,52% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010, sebesar US$ 113,03 juta. Sementara itu, nilai Impor Rusia dari Indonesia pada periode Januari-Maret 2011 sebesar US$ 283,55 juta, atau meningkat cukup signifikan yakni sebesar 60,92%  apabila    dibandingkan   dengan   periode   yang   sama   tahun   2010,   yang   tercatat   sebesar   US$ 176,21 juta.

2.      Neraca perdagangan bilateral antara Rusia dengan Indonesia pada periode Januari-Maret 2011 ini, Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$ 71,60 juta, atau meningkat 13,33%  dibanding  surplus   pada   periode   yang   sama   tahun  2010,    yang   tercatat    sebesar   US$ 63,18 juta. Meskipun,  pada  bulan  Maret  2011,  Indonesia  mengalami  defisit  sebesar  US$ 52,91 juta dalam neraca perdagangannya dengan Rusia.

3.      Komoditi utama ekspor Indonesia ke Rusia  antara lain Minyak Kelapa Sawit & Fraksinya (HS 1511) sebesar US$ 66,48 juta, dengan pangsa sebesar 23,45%; Kemudian, Karet Alam (HS 4001) sebesar US$ 25,68 juta  (9,06%);  Alas kaki dengan Sol dari Karet, dsb. (HS 6403)  sebesar US$ 20,34 juta (7,17%); Minyak Kelapa (kopra) (HS 1513) sebesar US$ 19,26 juta (6,79%), dan Aparatus Transmisi untuk Penyiaran Radio (HS 8525) sebesar US$ 7,80 juta (2,75%). 

4.      Komoditi impor utama Indonesia dari Rusia antara lain : Minyak Petroleum & minyak dari mineral mengandung Bitumen (HS 2710) sebesar US$  101,15 juta, dengan  pangsa   sebesar  47,72%; Kemudian, Pupuk Mineral atau Kimia, mengandung Fosfat (HS 3104) sebesar US$  48,74 juta, dengan  pangsa  sebesar  23,00%, dan Minyak Petroleum & Minyak dari Mineral mengandung Bitumen, mentah (HS 2709) sebesar US$ 34,59 juta (16,32%).

 

C.          Peluang dan Tantangan memasuki pasar Rusia

 

1.      Dalam Protocol of the Seventh Session of the Indonesian-Russia Joint Commission on Trade Economic and Technical Cooperation, khususnya di bidang Ekonomi dan Perdagangan, disepakati untuk mendorong ekspor produk-produk pertanian Indonesia ke Rusia seperti Crude Palm Oil (CPO); Coconut Oil; Rubber (karet alam); Spices (rempah2); Coffee (kopi); Tea (teh); Cacao (coklat), serta produk2 lainnya seperti Medical Herbs; Makanan Olahan; Produk Ikan; Perhiasan; Alas kaki; Furniture, Tekstil dan Produk2 Tekstil dan juga produk2 lainnya.

2.      Usaha-usaha untuk meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia dengan Federasi Rusia terus dilakukan kedua belah pihak, juga antara lain dengan mengadakan Sidang Komisi Bersama yang telah dilaksanakan di Moscow pada akhir Maret 2011. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula beberapa pengusaha Indonesia, termasuk juga dari KADIN Indonesia.

3.    Untuk lebih mempromosikan produk-produk Indonesia di seluruh wilayah Rusia, serta meningkatkan intensitas hubungan perdagangan, maka telah diprogramkan untuk mengikuti beberapa pameran dagang di berbagai kota di Federasi Rusia, seperti Moskow (Moscow Halal Expo, Gift Expo); Saint Petersburg (Interfood, Peterfood), Kazan (International Halal Expo), dan lainnya. Selain itu, diprogramkan juga menghadiri berbagai pameran dagang seperti Prodexpo (makanan dan minuman); Mosshoes (alas kaki); Tableware Fair; Festival Teh, dan forum pertemuan bisnis lainnya.

4.      Dalam hubungan dagang antara Rusia dengan negara-negara ASEAN, terdapat 3 (tiga) negara ASEAN yang termasuk kelompok 30 Besar nagara-negara asal impor Rusia, yaitu : Thailand (urutan ke-27); Malaysia (urutan ke-28), dan Vietnam (di urutan ke-29). Sementara itu, Indonesia tidak termasuk ke dalam kelompok 30 Besar negara-negara asal impor Rusia pada periode ini.

 

 

Sumber : Laporan Atdag Moskow, Rusia, Maret 2011 (kirim : Mei’11)(kirim : Mei ’11))